Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP STATUS KESEHATAN

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 6 Februari 2026

Indy Oktia Rahmadani1, Selvi Alpiyana2 , Siti Syafira Sari Thio3, Nayla Ratu Sabrina4, Nabila Nur Fitriani5
Ilmu Gizi, Universitas Esa Unggul
Corresponding author [email protected]

Abstrak
Masalah gizi ganda di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan, ditandai oleh kekurangan gizi serta meningkatnya gizi lebih dan obesitas. Status gizi dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik yang berperan penting dalam keseimbangan proses biokimia tubuh. Pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik dapat mengganggu metabolisme serta meningkatkan risiko penyakit. Oleh karena itu, penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur diperlukan untuk menjaga status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Kata Kunci: Masalah gizi, Gizi ganda, Pola makan, Aktivitas fisik, Status kesehatan

Abstract
Malnutrition in Indonesia remains a major health challenge, characterized by the coexistence of undernutrition and the increasing prevalence of overnutrition and obesity. Nutritional status is influenced by dietary patterns and physical activity, which play essential roles in maintaining biochemical balance in the body. Therefore, adopting a healthy diet and regular physical activity is important to improve health status and quality of life.

Keyword: Malnutrition, Double burden of malnutrition, Dietary patterns, Physical activity, Health status

PENDAHULUAN
Masalah gizi di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan, ditandai dengan belum terselesaikannya kekurangan gizi serta meningkatnya prevalensi gizi lebih dan obesitas, sehingga Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yang mengancam kualitas sumber daya manusia. Status gizi sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan yang kualitas dan kuantitasnya harus sesuai dengan kebutuhan tubuh, karena konsumsi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti gizi kurang, gizi lebih, penyakit metabolik, dan keracunan makanan. Selain pola makan, aktivitas fisik juga berperan penting dalam menentukan status gizi, di mana rendahnya aktivitas fisik menyebabkan penumpukan energi sebagai lemak dan meningkatkan risiko kelebihan berat badan akibat gaya hidup sedentari.

Konsep status kesehatan dalam perspektif biokimia memandang kesehatan sebagai hasil dari keseimbangan dan keteraturan berbagai proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh manusia, terutama yang berkaitan dengan asupan pangan dan zat gizi. Zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak berperan sebagai sumber energi dan komponen struktural sel, sedangkan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral berfungsi sebagai kofaktor enzim dan pengatur berbagai reaksi  metabolik.  Apabila proses pencernaan berlangsung secara optimal, tubuh mampu mempertahankan homeostasis biokimia, yang tercermin dari kestabilan kadar glukosa darah, lipid, protein, enzim, dan hormon.

Sumber : https://gizigo.id/sindroma-metabolik/

Pola makan mengacu pada kebiasaan mengkonsumsi makanan sehari hari termasuk jenis, jumlah, dan frekuensi yang mencerminkan keseimbangan nutrisi. Pola tidak ideal seperti mengkonsumsi gula yang berlebihan atau lemak jenuh sering menyebabkan gangguan metabolisme dan status gizi buruk. Pola makan yang kaya serat dan beragam jenis makanan mendukung daya tahan tubuh maupun energi yang optimal. Pola makan buruk berkaitan erat dengan IMT tidak normal, resiko diabetes, dan kesehatan mental seperti depresi. Kekurangan vitamin atau serat memperparah kondisi ini, sementara diet berkualitas tinggi meningkatkan HRQOL (health-related quality of life).

METODE
Aktivitas fisik berperan penting dalam proses biokimia tubuh dengan meningkatkan metabolisme energi melalui pemecahan karbohidrat dan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi sel. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu menjaga kestabilan kadar glukosa darah, serta mengoptimalkan kerja enzim dan hormon metabolik. Selain itu, aktivitas fisik juga berkontribusi dalam meningkatkan fungsi mitokondria dan sistem antioksidan tubuh sehingga mendukung keseimbangan proses biokimia dan menjaga status kesehatan secara keseluruhan.

Aktivitas fisik memegang peranan penting dalam regulasi proses biokimia tubuh dengan meningkatkan laju metabolisme energi melalui aktivasi jalur glikolisis, oksidasi asam lemak, dan fosforilasi oksidatif. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur terbukti meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki pemanfaatan glukosa oleh sel, serta mengoptimalkan kerja enzim dan hormon metabolik. Selain itu, aktivitas fisik berkontribusi dalam meningkatkan fungsi mitokondria dan sistem antioksidan, sehingga membantu menjaga homeostasis biokimia dan mendukung status kesehatan secara optimal.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Bahwa pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang erat dengan kondisi kesehatan dan status gizi seseorang. Pola makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi kalori, lemak dan gula, serat rendah serat, berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gizi lebih, overweight, dan obesitas. Kondisi ini semakin diperparah oleh rendahnya tingkat aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari, baik pada remaja, mahasiswa, maupun orang dewasa, dan juga sebaliknya. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi, meningkatkan kebugaran tubuh, serta mencegah berbagai masalah kesehatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan edukasi pemberdayaan, serta partisipasi aktif masyarakat. Program edukasi kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan penyakit tidak menular, serta pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

SIMPULAN
Pola makan dan jenis aktivitas fisik yang dilakukan seseorang sangat mempengaruhi kesehatan mereka. Makanan yang seimbang membantu tubuh berfungsi secara optimal, sedangkan pola makan yang tidak teratur atau berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kekurangan gizi, kelebihan berat badan, hingga penyakit metabolik. Disisi lain, aktivitas fisik berperan penting dalam membantu tubuh menggunakan energi secara optimal dan menjaga keseimbangan metabolisme. Resiko gangguan kesehatan akan semakin besar jika kebiasaan makan tidak sehat dilakukan bersamaan dengan kurangnya aktivitas fisik sehari hari. Oleh karena itu, menerapkan pola makan sehat dan melakukan aktivitas fisik secara rutin merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, dan kontribusi dalam penyusunan artikel ini. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada rekan-rekan yang telah membantu baik secara akademik maupun teknis sehingga artikel ini dapat diselesaikan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Aisyah, S., & Handayani, T. (2022). Upaya peningkatan derajat kesehatan lansia melalui optimalisasi peran posyandu lansia. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 85–92.

Ardiansyah, A., Harmayani, E., & Lestari, L. A. (2020). Biokimia pangan, gizi dan kesehatan.

Asmin, A., Arfah, K. I., Arifin, A. F., Safitri, A., & Laddo, N. (2021). Hubungan pola makan terhadap status gizi anak sekolah dasar. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 1(1), 54–.

Azzahra, F. L., & Suryaalamsah, L. L. (2024). The relationship of nutrition knowledge, eating pattern, and physical activity with the incidence of overnutrition status in adolescents at MAN East 2 Jakarta. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(1).

Global Health Science Group. (2021). Kesehatan masyarakat pada kelompok lansia melalui edukasi penyakit kardiovaskular dan senam jantung. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 33–40.

Hasan, N. H., Thaiyeb, M., & Patongai, D. D. P. U. S. (2025). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi peserta didik SMAN 22 Makassar.

Inggas, M. A. M., Asmira, S., Masri, A., Firmansyah, F., Rachmawati, N., Duppa, M. T., … Puspitasari, A. (2024). Biokimia, biologi molekuler dan aplikasinya dalam bidang kesehatan.

Irma, M. F., Rahmadaniati, I. A., Ali, S., Jeli, N., Anila, K., Meisin, N. Y., … Padila, M. R. A.

Penerapan prinsip-prinsip fisika biokimia dalam nutrisi pasien.

Lidya, S., Yudhistira, S., Hekmah, N., & Norhasanah. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan gizi seimbang, aktivitas fisik, dan pola makan dengan kejadian obesitas pada karyawan RSUD

  1. Badaruddin Kasim Tanjung. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(1), 36–44.

Noviyanti, R. D., & Marfuah, D. (2017). Hubungan pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan pola makan terhadap status gizi remaja. URECOL, 421–426.

Tauhidah, N. L., & Noorhasanah, E. (2022). Hubungan level aktivitas fisik dan pola konsumsi makanan dengan status gizi mahasiswa. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), 16–22.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/hubungan-pola-makan-dan-aktivitas-fisik-terhadap-status-kesehatan/23800/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 07:49.