Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Hegemoni Budaya K-pop Di Indonesia

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 7 Juli 2025
Picture Source Google Image

JurnalPost.com – Menurut Gramsci, hegemoni merupakan dominasi suatu kelas yang berkuasa melalui terciptanya konsensus di antara berbagai kekuatan sosial dan politik. Dalam era globalisasi yang serba cepat dan mudah dalam hal penyebaran informasi, budaya populer Korea menjadi salah satu fenomena yang sangat berpengaruh terutama dalama dunia musik.

Menurut Roach, hegemoni budaya berlangsung melalui tahapan-tahapan sistematis yang menggiring masyarakat masuk ke dalam struktur digital yang menindas. Dalam struktur ini, kelompok dominan menanamkan nilai dan tatanan yang mencerminkan sistem pusat kekuasaan, sehingga kelompok subordinat terdorong untuk mengikuti dan mengadopsi nilai-nilai tersebut secara paksa (Kawamura, 2023). Proses hegemoni tidak hanya sebatas penyebaran budaya semata, melainkan juga menciptakan realitas yang menyimpang, di mana masyarakat perlahan-lahan terjebak dalam representasi dan gambaran dunia yang dibentuk oleh media global. Hal ini menyebabkan kelompok masyarakat yang lemah mengalami tekanan dalam mempertahankan budaya asli mereka (Al Amroshy, 2014). Konsep hegemoni budaya yang sebelumnya identik dengan bentuk imperialisme budaya kini telah berkembang menjadi bentuk yang lebih kompleks, yakni konstruksi realitas buatan yang secara halus mengarahkan cara pandang kita terhadap dunia.

Menurut Febrianti (2021), meningkatnya popularitas musik dan grup musik asal Korea Selatan secara signifikan telah memberikan dampak besar terhadap perkembangan industri hiburan serta turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Lagu-lagu dan musik dari Korea Selatan memiliki karakter yang modern, mudah diterima, dan mudah diingat oleh berbagai kalangan, khususnya remaja. Hal ini mendorong pesatnya kemajuan industri musik Korea hingga mampu menembus pasar global. Akibatnya, karya musik dari Korea Selatan kerap diputar dan dinikmati oleh pendengar di berbagai belahan dunia. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan jumlah penggemar K-pop terbesar, sehingga tak mengherankan jika banyak masyarakat Indonesia yang mulai mengadopsi unsur-unsur budaya Korea ke dalam kehidupan dan budaya lokal mereka.

Kehadiran komunitas pecinta musik Korea Pop (K-Poper) yang mengadopsi atribut khas Korea menjadi bukti kuat bahwa K-pop berhasil mendominasi musik anak muda di Indonesia. Fenomena ini memengaruhi cara hidup hingga pola pikir masyarakat yang terpapar olehnya. Misalnya, dalam pengaruh gaya hidup prefensi ditentukan dalam budaya k-pop seperti gaya berpakaian dan model rambut.

K-popers menjadi hegemoni yang sangat tampak. K-pop yang berhasil menciptakan penggemar yang loyal secara global. Para idola K-pop menjadi teladan gaya hidup, penampilan, dan perilaku yang ditiru oleh banyak orang. Tren ini mendorong konsumen untuk membeli album, kosmetik, hingga pakaian yang berkaitan dengan idola mereka. Menurut Andina (2019), rasa cinta dan keinginan untuk mendukung sang idola membuat penggemar dengan sukarela membeli barang-barang tersebut.

Dengan maraknya budaya K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa masuknya budaya asing, terutama dari Korea Selatan, tidak hanya berdampak pada hiburan, tetapi juga dari cara pandang, nilai-nilai, dan identitas anak muda. Dalam situasi ini, budaya lokal bisa semakin tersisih dan kehilangan tempatnya di tengah derasnya arus budaya populer global. Walaupun budaya K-pop memberikan kontribusi positif di bidang ekonomi dan industri hiburan, diperlukan juga mewaspadai dampak lainnya. Seperti lunturnya nilai-nilai budaya sendiri. Dengan ini diperlukan pemahaman yang menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya sendiri perlu terus dijalankan serta mempromosikan music Indonesia agar dapat lebih dinikmati oleh bangsa sendiri.

Penulis: Ananda Diass

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/hegemoni-budaya-k-pop-di-indonesia/19703/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 09:24.