Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Hamas dan Israel memanas

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 27 Oktober 2023

Penulis: Putri Yogi Aulia

JurnalPost.com – Situasi di Kawasan Timur Tengah menjadi lebih tegang setelah kelompok Hamas Palestina melancarkan serangan tiba-tiba di dekat perbatasan Gaza pada tanggal 7 oktober 2023. Serangan tersebut diakui sebagai usaha untuk mengambil kembali wilayah warga Palestina dari pendudukan Israel.

Jumlah korban jiwa telah melampaui angka 1.100 orang, termasuk sekitar 700 dari pihak Israel. Eskalasi pertempuran yang terus berlanjut telah mendorong Israel untuk mengumumkan perang, yang merupakan peristiwa pertama sejak tahun 1973.

Selanjutrnya, bagaimana perkembangan serangan yang terjadi pada tanggal 7 Oktober dan dampaknya hingga saat ini?

Pada Sabtu dini hari, serangan pertama dari kelompok Hamas terjadi. Faksi Palestina ini memulai serangan yang melibatkan beberapa cabang sekita pukul 6.30 pagi waktu setempat. Mereka meluncurkan ribuan roket yang ditujukan ke wilayah Tel Aviv dan Yerusalem. Beberapa dari roket ini berhasil melewati sistem pertahanan Iron Dome dab mengenai bangunan.

Pertempuran berlanjut sepanjang hari antara pasukan Israel dan ratusan anggota milisi Hamas di setidaknya 22 lokasi di Israel. Situasi semakin rumit dengan banyak warga sipil yang ikut terlibat dalam baku temvak. Hamas sebelumnya telah merilis gambar beberapa warga Israel yang mereka sandera, dan juru bicara militer, Daniel Hagari, mengkonfirmasi adanya “tentara dan warga sipil yang diculik”.

Korban jiwa bertumpuk di jalan-jalan kota Sderot di dekat Gaza dan di dalam mobil yang kaca depannya pecah akibat tembakan peluru.

Seorang pria memberi laporan kepada AFP bahwa dia melihat banyak mayat, termasuk anggota teroris dan warga sipil. Mereka tergeletak di jalan dekat Gevim Kibbutz di wilayah Selatan Israel.

AFP juga melaporkan bahwa beberapa orang bersenjara Palestina berkumpul di sekitar tank Israel yang terbakar, sementara yang lainyya mengendarai Humvee militer Israel yang mereka ambil Kembali ke Gaza diasambut dengan sorak-sorai oleh kerumunan pendukung.

Eskalasi ini terjadi setelah berbulan-bulan meningkatnya kekerasan, terutama di Tepi Barat yang diduduki, serta ketegangan di sekitar perbatasan Gaza dan tempat-tempat suci yang diperebutkan di Yerusalem. Sebelum hari Sabtu, jumlah korban mencapai setidaknya 247 warga Palestina, 32 warga Israel, dna dua warga asing, termasuk militer dan warga sipil, menurut pejabat Israel dan Palestina.

Hamas menyebut serangan mereka sebagai “Operasi Banjir Al-Aqsa” dan mengajak ”pejuang perlawanan di Tepi Barat” serta di “negara-negara Arab dan Islam” untuk bergabung dalam pertempuran terserbut. Sayap senjata mereka, Brigade Ezzeine Al-Qassam, mengklaim telah melepaskan lebih dari 5.000 roket, sementara Israel menghitung lebih dari 3.000 rokwt yang masuk.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan bahwa kelompoknya mendekati “kemenangan besar” dan mendesak penyelesaian siklus pemberontakan dan perjuangan untuk membebaskan tanah mereka serta tanhanan yang di tahan oleh Israel.

Penulis: Putri Yogi Aulia

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/hamas-dan-israel-memanas/6561/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 16:40.