
Penulis: Achmad Nakhlah Phelia Rahim – Universitas Muhammadiyah Malang
BATU, JurnalPost.com – Isu lingkungan hidup bukan lagi sekedar wacana global, melainkan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Di tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi ekosistem, mahasiswa hadir tidak hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan melalui aksi nyata di masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertema “Hutan Lestari di Tangan Adat : Suara Generasi Muda untuk Hak Masyarakat Adat” yang dilaksanakan di MAN Kota Batu pada Senin (20/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujua meningkatka kesadaran siswa terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan. Dalam pemaparannya, mahasiswa menyoroti bahwa kebijakan konservasi global seringkali bersifat universal dan belum sepenuhnya memperhatikan konteks lokal, khususnya keberadaan masyarakat adat.
Selama ini, masyarakat adat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan melalui kearifan lokal yang mereka miliki. Wilayah yang dikelola oleh masyarakat adat bahkan terbukti memiliki tingkat kerusakan lingkungan yang lebih rendah karena adanya hukum adat, nilai budaya, serta aturan sosial yang menjaga keseimbangan ekosistem.
Namun, di sisi lain, kebijakan modern kerap memandang hutan sebagai komoditas ekonomi semata. Hal ini berpotensi memicu konflik, mulai dari hilangnya akses masyarakat adat terhadap sumber daya alam hingga penggusuran demi kepentingan investasi.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memaparkan studi kasus masyarakat adat Maba Sangaji yang menolak aktivitas tambang nikel di wilayah mereka pada Mei 2025. Penolakan tersebut berujung pada penangkapan sebelas warga yang kemudian divonis penjara pada Oktober 2025 karena dianggap menghambat kegiatan usaha. Kasus ini menjadi contoh nyata adanya pertentangan antara hak masyarakat adat dengan kebijakan negara yang lebih mengedepankan legalitas investasi.

Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan baik dari pihak MAN Kota Batu. Kehadiran mahasiswa diterima secara langsung oleh pihak sekolah yang mendukung adanya pembelajaran interaktif melalui isu lingkungan hidup dan pelestarian alam kepada para siswa. Pihak sekolah menilai bahwa kegiatan seperti ini mampu menambah wawasan siswa terhadap isu sosial dan lingkungan yang tengah berkembang di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pendekatan konservasi yang inklusif dengan mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam kebijakan modern. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menghargai peran masyarakat adat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Hafid Adhim Pradana selaku dosen pendamping juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan lapangan seperti ini penting untuk melatih mahasiswa agar tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi dan membangun kesadaran sosial di lingkungan masyarakat.