Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Guru Zaman Now: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa atau Pekerja Senyap yang Mulai Terlupakan?

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 15 Mei 2025

Oleh: Nashrul Mu’minin (Content Writer, Yogyakarta)

Yogyakarta, JurnalPost.com — Di era globalisasi yang serba digital, peran guru profesional justru semakin kompleks. Data terbaru dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa *72% guru di Indonesia merasa beban kerja meningkat drastis dalam 5 tahun terakhir, sementara **hanya 38% yang merasa penghargaan terhadap profesi guru meningkat*. Padahal, Al-Qur’an jelas menyatakan:

*يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۢ*
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11).

Fakta ini memantik pertanyaan: *Masihkah guru menjadi profesi mulia di mata masyarakat, atau justru mulai tersisihkan oleh teknologi dan tuntutan zaman?

Survei yang dilakukan oleh *Lembaga Riset Pendidikan Yogyakarta (LRPY)* pada April 2025 mengungkapkan bahwa *65% guru kesulitan menyeimbangkan antara kurikulum nasional dan kebutuhan keterampilan global*. “Saya harus mengajar materi pelajaran sekaligus melatih siswa berpikir kritis, berkolaborasi, dan melek teknologi. Ini bukan hal mudah,” ungkap Siti Rahayu, seorang guru SMA di Sleman.

Sementara itu, *data UNESCO 2024* menunjukkan bahwa *hanya 45% guru di Asia Tenggara yang mendapat pelatihan memadai untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21*. Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
*إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا*
“Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang pengajar.” (HR. Ibnu Majah).

Artinya, *guru bukan sekadar penyampai materi, tapi juga pembentuk peradaban*.

Dengan maraknya platform belajar online seperti Ruangguru, Zenius, dan Khan Academy, *53% siswa mengaku lebih sering belajar mandiri lewat gadget daripada mendengarkan guru di kelas. “Kalau bisa belajar lewat YouTube, ngapain dengerin guru jelasin lama-lama?” celetuk Andi, siswa kelas 11 di Yogyakarta.

Tapi di sisi lain, guru yang adaptif justru menemukan peluang Data Kemenkop UKM 2025 mencatat 28% guru di DIY sudah menjadi kreator konten edukasi di TikTok dan Instagram, dengan rata-rata penghasilan tambahan Rp 3-5 juta/bulan. “Saya gunakan media sosial untuk membuat fisika jadi menyenangkan,” ujar Pak Budi, guru viral yang punya 100K followers.

Meski jadi ujung tombak pendidikan, gaji guru honorer di Indonesia masih memprihatinkan. Data PGRI 2025 menyebutkan:
– Guru honorer di sekolah negeri: Rp 1,2 – 1,8 juta/bulan
– Guru swasta: Rp 1,5 – 2,5 juta/bulan
– Guru privat online: Bisa mencapai Rp 10 juta/bulan

Padahal, Al-Qur’an berfirman:
*قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ*
“Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9).

Lalu, pantaslah jika 41% guru muda lebih memilih kerja remote untuk perusahaan asing daripada mengajar di sekolah.

Meski tantangan berat, sejumlah inisiatif mulai bermunculan
– Program “Guru Penggerak” Kemendikbud sudah melatih 120.000 guru untuk jadi agen perubahan.
– Komunitas Guru Belajar di Jogja sukses membantu 500 guru melek digital.
– Beasiswa S2 untuk guru dari Pemda DIY meningkat 30% sejak 2024.

Allah berfirman:
*وَٱلْعَصْرِ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ*
“Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh.” (QS. Al-Asr: 1-3).

Guru profesional di era global bukan sekadar pengajar, tapi manajer pengetahuan, motivator, sekaligus influencer Jika ingin pendidikan Indonesia maju, berikan guru hak-haknya: gaji layak, pelatihan memadai, dan penghargaan setara dengan tantangan zaman.

“Mendidik satu generasi adalah investasi peradaban. Dan guru adalah pelukis masa depan itu.”

#GuruEraDigital #PahlawanTanpaTandaJasa

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/guru-zaman-now-pahlawan-tanpa-tanda-jasa-atau-pekerja-senyap-yang-mulai-terlupakan/18694/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 06:06.