
Oleh: Artha Jultia saputra
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
JurnalPost.com – Sebuah film berjudul Imperfect yang ditulis oleh Ernest Prakasa, menjelaskan tentang bagaimana kehidupan rara (Jessica Mila) yang diperlalukan beda oleh orang orang di sekitarnya dikarenakan berat badan yang berlebih, kulit sawo matang dan stylish yang cukup natural dibandingkan wanita di seusianya, dengan kata lain adalah “Body Shaming”. Definisi dari body shaming adalah tindakan yang merendahkan atau bahkan menghina karena penampilan fisik mereka, seperti berat badan yang berlebih, kulit sawo matang dan lain lainnya. Cerita singkat mengenai film ini yaitu Rara selalu dibanding bandingkan sendiri oleh orangtua nya dengan adik nya yang bernama lulu.
Nasib baik juga mengarah ke raradia dikelilingi oleh satu sahabat dan pacarnya sendiri. Saat karirnya mulai naik berbagai cobaan sudah dialami oleh rara (obesitas).
Seorang wanita dengan tubuh dapat digambarkan sebagai tindakan kritik terhadap bentuk, ukuran, dan penampilan orang lain. (Chaplin, 2005). Dalam kajian Cultural Studies Hegemoni adalah Hegemoni menurut Antonio Gramsci adalah kondisi di mana suatu kelompok sosial atau kelas dominan berhasil memperoleh pengaruh dan kekuasaan atas kelompok lain melalui konsensus.
Berikut adalah beberapa poin praktik budaya dalam Film Imperfect :
1. Standar Kecantikan (Indonesia)
2. Perundungan / Body Shaming
3. Tekanan Sosial dan Inscecurity
Standar kecantikan yang ada di Indonesia yaitu putih, langsing dan mengerti tentang dunia fashion hal ini sangat berbalik arah dengan keadaan rara si tokoh utama.
Perundungan atau Body shamming yaitu pada saat Karir rara melejit dia sempat dirayu oleh atasan nya agar mau membagi tugas dengan teman nya yang sangat memenuhi syarat Standar Kecantikan di Indonesi, dimana rara harus menjadi otak dari semua job yang akan datang tapi tidak dengan muka, karena teman nya lah yang menjadi cover dari semua ide rara.
Tekanan Sosial Dan Insecurity yaitu dimana rara harus mengalami pressure yang terlihat berat dikarenakan banyak dari mereka yang melihat rara hanya dari cover saja.
Refleksi Kritis
Dari hal ini saya menyadari bahwa benar apa kata pepatah bahwa “jangan menilai buku dari sampulnya”, akan tetaoi semuanya harus berjalan yang seimbang
karena di dunia ini tidak ada yang adil, lakukan apa yang ingin dilakukan, percaya diri saat mulai melakukan suatu hal karena keberhasilan datang pada orang yang bekerja keras untuk
menggapainya.
Rumusan Tindakan Praxis
Badan Usaha Kecantikan meluncurkan beberapa program penyuluhan ke masyarakat atau dengan membuat seminar kepada para gen z yang berokus kepada kepercayaan diri saat akan memulai
suatu hal, Serta menjelaskan
tentang pentingnya menjaga makanan, rajin berolahraga, dan tidak lupa untuk merawat diri dengan sebagaimana mestinya.
Tindakan Emansipatoris
Melalui program yang dijalankan bertujuan untuk memberi motiavasi kepada seluruh gen z dan juga masyarakat dalam menjaga makanan, berolahraga agar mereka semua dapat merasakan cita citanya terwujud jika kepercayaan diri mereka juga muncul.
Daftar Pustaka
Angelina, Priscilla, and Dessi Christanti. “Gambaran self esteem remaja perempuan yang merasa imperfect akibat body shaming.” Gambaran self esteem remaja perempuan yang merasa imperfect akibat body shaming 9.2 (2021): 94-103.
Muhammad, Iksan, et al. “Makna Pesan Dalam Film Imperfect (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Film Imperfect).” Jurnal Media Penyiaran 2.2 (2022): 93-100.
Effendy, Rochmad, et al. “Mendambakan Kecantikan Ideal Sebagai Penindasan: Analisis Resepsi Iklan ImPerfect Beauty Elshe Skin.” Jurnal Komunikasi Nusantara 6.1 (2024): 169-181.