
Rembang, JurnalPost.com – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (FPP UNDIP) telah melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Undip Kabupaten Rembang selama periode Januari hingga Juni 2025.
Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, dengan fokus utama pada Manajemen Kesehatan Sapi di Kelompok Tani Ternak (KTT) di wilayah tersebut. Tim pengabdian terdiri dari Akhmad Hidayatulloh, S.Pt., M.Pt., Ir. Rudy Hartanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM, dan drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
Dalam sesi khusus yang dipandu oleh drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., tim menyampaikan materi tambahan bertajuk “Upaya Pengendalian Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada Sapi di Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kabupaten Rembang”. Topik ini menjadi sangat relevan dalam upaya menjamin kesehatan ternak dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 2, yakni Mengakhiri Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan dan Gizi yang Baik, serta Meningkatkan Pertanian Berkelanjutan.

“Penyakit LSD merupakan ancaman nyata bagi produktivitas ternak. Edukasi dan deteksi dini sangat penting untuk melindungi kesehatan sapi, yang secara langsung berdampak pada pendapatan peternak. Kami mendorong penerapan biosekuriti dan vaksinasi sebagai langkah konkret pengendalian,” ujar drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pelatihan, diskusi interaktif, serta pemeriksaan kesehatan hewan secara langsung di lapangan. Para peternak diberikan pemahaman mengenai pengenalan gejala LSD, pencegahan penularan, dan penanganan awal di tingkat peternakan. Salah satu peternak peserta, Marto (Ketua KTT Desa Gunem), menyampaikan antusiasmenya: “Kami sangat terbantu dengan pengetahuan baru ini. Penyakit LSD belum banyak kami pahami sebelumnya. Dengan pelatihan dari Undip dan dinas, kami jadi lebih siap menjaga ternak agar tetap sehat.”
Dukungan dari pemerintah daerah juga tampak nyata melalui pernyataan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, S.Pt., M.Si.: “Kolaborasi dengan FPP Undip sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan kapasitas peternak lokal. Materi mengenai pengendalian LSD sangat tepat waktu, dan kami akan terus sinergikan program-program ini untuk mendukung sektor peternakan yang tangguh dan berkelanjutan.”
Dekan FPP Undip, Prof. Sugiharto, dalam tanggapannya menegaskan pentingnya kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah: “FPP Undip berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang aplikatif dan berbasis riset. Upaya pengendalian penyakit ternak seperti LSD merupakan bagian dari strategi keberlanjutan sektor peternakan yang sejalan dengan misi SDGs.”
Rangkaian pengabdian ini diharapkan menjadi pemicu perubahan positif dalam manajemen peternakan rakyat, dengan fokus pada kesehatan ternak, peningkatan produktivitas, serta pembangunan peternakan berkelanjutan berbasis komunitas.