Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Evaluasi Pentingnya PHBS Terhadap Bahaya Diare Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Cianjur

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 16 Desember 2023

JurnalPost.com – Tepat pada tanggal 21 November 2022 telah terjadi gempa bumi di Kabupaten Cianjur pukul 13:21:10 WIB. Pusat episentrum gempa terletak pada koordinat 6,84 LS – 107,05 dengan kedalaman 11 km, dan kekuatan magnitudo sebesar 5,6. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi sebanyak 297 gempa susulan dengan variasi magnitudo M 4,2-1,0. Kejadian ini menimbulkan dampak besar dan masif, terhitung sebanyak 635 meninggal dan 1.083 orang luka-luka. Secara geografis dan demografis Indonesia rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, umumnya korban yang hidup dalam jumlah besar harus mengungsi dengan segala keterbatasan.

Kondisi tersebut tentunya berdampak pada perubahan status gizi mereka terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia. Selain itu kerusakan fisik bangunan sarana dan prasarana dapat memperparah kejadian penyakit akibat menurunnya sanitasi lingkungan, terutama kejadian penyakit diare akut. Diare akut merupakan kejadian diare yang muncul tiba-tiba selama 14 hari tanpa diawali gejala sebelumnya. Hal ini disebabkan karena infeksi saluran pencernaan akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit. Bagi golongan rentan, diare akut dapat berakibat medium sampai fatal (kematian). Oleh karena itu, pengetahuan PHBS mutlak harus diketahui oleh para pengungsi agar terhindar dari diare akut.

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah semua hal mengenai perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sendiri, mencakup seluruh anggota keluarga dan terlibat aktif pada berbagai bidang kesehatan di aktivitas masyarakat. Tujuan utama dari gerakan PHBS ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Dengan demikian akan tercapainya manfaat dari PHBS ini. Yaitu, terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan.

Manfaat PHBS di masyarakat ini nantinya diharapkan bahwa masyarakat secara mandiri dan sadar mampu menciptakan lingkungan yang sehat, mencegah penyebaran penyakit, dan mampu mengembangkan kesehatan yang bersumber dari masyarakat. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini kami memberi penyuluhan akan pentingnya PHBS terhadap para pengungsi korban bencana gempa di wilayah Pacet, Kabupaten Cianjur. Dari data yang dikeluarkan Kemenkes RI terjadi lonjakan kejadian diare pada 1 Desember 2022 sebanyak 134 kasus. Jumlah kasus meningkat menjadi 145 kasus pada tanggal 12 Desember 2022. Hal ini tentunya perlu mendapat perhatian khusus bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan pasca penanganan darurat bencana.

Peninjauan terhadap data yang disampaikan di pusat informasi bencana Cianjur menunjukkan adanya cemaran bakteri E. coli dan Coliform yang tinggi terutama pada sumber air yang menjadi tejadinya kejadian diare akut. Yaitu, rerata E. coli sebesar 58 cfu/100 ml pada sumber air dan rerata Coliform sebesar 64 cfu/100 ml, sehingga menjadikan sumber air yang tersedia tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Koliform merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator kontaminasi dari kondisi yang buruk terhadap air. Umumnya bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang hidup pada usus manusia.

Oleh sebab itu, adanya koliform pada air menunjukan bahwa air telah terkontaminasi feses yang berasal dari manusia atau hewan yang dimungkinkan mengandung patogen berbahaya. Keberadaan koliform sebagai indikasi dari kondisi sanitasi yang buruk dan keberadaanya tinggi pada makanan dan minuman menunjukkan juga adanya kemungkinan pertumbuhan dari Salmonella dan Shigella.

Reza Fadhilla, S.TP, M.Si
Dosen Universitas Esa Unggul
Program Studi Ilmu Gizi

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/evaluasi-pentingnya-phbs-terhadap-bahaya-diare-masa-tanggap-darurat-bencana-gempa-bumi-cianjur/9003/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 16:16.