
JurnalPost.com – Pendidikan adalah hal yang penting, setiap insan yang ada dunia ini diwajibkan mencari ilmu, karena dengan ilmu kita bisa membedakan mana baik dan mana yang buruk. Dan anak yang cerdas dan berpendidikan adalah sektor investasi yang paling besar untuk negara ini, oleh karena itu setiap negera harus menyiapkan fasilitas sekolah dan guru pendidik yang berkualitas. Dalam Kurikulum Merdeka, guru keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Kurikulum Merdeka menggunakan basis projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar. Projek ini dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Metode kurikulum merdeka adalah metode pembelajaran yang mandiri dan pembelajaran dikelas lebih sering belajar kelompok dan diskusi. Peran dan tugas guru mengawasi dan meluruskan materi yang siswa presentasikan kepada teman teman yang ada dikelas, sangat berbeda sekali dengan metode kurikulum yang sebelum sebelumnya. Dalam kurikulum sebelum-nya pembelajaran lebih pasif pada murid muridnya, karena guru bekerja lebih extra untuk mengajar, dan murid murid lebih kurang aktif dan pembelajaran sangat membosankan untuk Gen Z.
Generasi Gen Z adalah anak yang kelahiran tahun rentan 1997 sampai 2012. Gen Z adalah generasi yang setiap hari hidup dua dunia, di dunia media sosial dan dunia nyata. Sosial media adalah makanan sehari hari untuk Gen Z. Pemerintah kementrian pendidikan berpikir keras dan bingung kurikulum yang tepat untuk Gen Z saat ini, dan akhirnya kementerian pendidikan menyiapkan kurikulum yang pas dan sesuai dengan anak generasi sekarang
Efektifkah kurikulum merdeka untuk Gen Z ?.
Pada saat ini kurikulum merdeka hadir untuk anak bangsa, yang sebelumnya menggunakan kurikulum k13. Masih banyak pro dan kontra mengenai kurikulum merdeka ini, khusunya guru dan siswa dan orang tua. Apakah Kurikulum Merdeka lebih efektif dari kurikulum sebelumnya?
Kurikulum merdeka belajar juga dianggap menjadi solusi yang paling efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan. Hal ini dikarenakan Kurikulum merdeka belajar ini memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan kurikulum sebelumnya yaitu lebih sederhana dan mendalam serta efektif dan interaktif. Pada kurikulum ini pasti masih banyak nilai plus dan minusnya. Nilai minusnya yaitu anak dituntut mandiri untuk menyusun materi yang belum diterangkan oleh bapak ibu yang ada di kelas, dan pasti ada saja kendalanya seperti jaringan troble dan tidak bisa mencari referensi yang ada bahkan masih banyak anak yang kurang bisa memakai serta masih banyak yang menyalah gunakan internet. Untuk nilai plusnya yaitu pembelajaran lebih aktif dan siswa bisa saling bertukar pikiran dengan pertanyaan pertanyaan.
Pada kurikulum sebelumnya sarana pembelajaran sangat terbatas, contohnya yaitu :
1. Siswa tidak boleh menggunakan handphone dan hanya berfokus ke buku saja
2. Belum meluasnya guru mengunkan LCD proyektor, dengan menggunkan proyektor dan materi yang ditayangkan kreatif, pasti murid murid sangat tertarik materi yang sedang di jelaskan.
Pada kurikulum merdeka ini, guru dan pemerintah harus se-jalan dan se-arah dengan kemauan siswa. Anak yang pintar bukan hanya yang juara matematika saja, tetapi anak yang memiliki keunggulan dalam bidang non akademik juga harus didukung dan di support, karena kelebihan dan potensi siswa satu sama lain sangat berbeda, maka dari itu dengan adanya kurikulum merdeka siswa bebas untuk memilih mata pelajaran yang siswa sukai dan di minati. Maka dari itu guru mata pelajaran, wali kelas, guru Bk dan orang tua harus saling bekerja sama satu sama lain, karena siswa sangat butuh sekali support dan dukungan dari semua pihak.
Alvito Fadhil Musyaffa
Universitas Negeri Surabaya