Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Edukasi Masa Depan: Mahasiswa KKN R6 Untag Surabaya Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini di Desa Cepokolimo

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 15 Januari 2026

MOJOKERTO, JurnalPost.com – Sebagai upaya menekan angka pernikahan anak dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kematangan usia dalam berkeluarga, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R6 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar sosialisasi terkait dampak pernikahan dini di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Cepokolimo ini menyasar para remaja dan orang tua sebagai garda terdepan dalam pencegahan pernikahan usia anak. Mengusung tema “Membangun Ketahanan masyarakat”, program ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat nyata dari kampus yang dikenal sebagai Kampus Merah Putih tersebut.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN R6 Untag Surabaya menekankan bahwa pernikahan dini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan isu serius yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan psikologi.

“Banyak yang belum menyadari bahwa pernikahan di usia yang terlalu muda memiliki risiko medis yang tinggi, terutama terkait kesehatan reproduksi dan potensi lahirnya anak dengan kondisi stunting,” Ujar Anggit Wasesa Praja sebagai pemateri dalam sosialisasi.

Selain aspek kesehatan, materi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN R6 desa Cepokolimo juga mencakup dampak psikologis; yang berisi tentang ketidaksiapan mental dalam menghadapi konflik rumah tangga, dalam materi ini juga memaparkan aspek ekonomi; yang berisi tentang terhambatnya akses pendidikan yang berujung pada terbatasnya pada peluang kerja dan yang terakhir adalah terkait dengan aspek hukum yang mana pada aspek hukum berisi tentang penjelasan mengenai Undang-Undang Perkawinan yang menetapkan batas usia minimal 19 tahun.

Kepala Desa Cepokolimo menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Untag Surabaya memberikan pandangan baru bagi warga desa tentang pentingnya menempuh pendidikan yang lebih tinggi sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN R6. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar anak-anak di Desa Cepokolimo memiliki motivasi untuk mengejar cita-cita terlebih dahulu dan tidak terburu-buru untuk menikah,” ungkap Mahfud Sulaiman selaku kades

Bagi mahasiswa KKN Untag, mengedukasi warga tentang bahaya pernikahan usia anak adalah misi “investasi jangka panjang”. Melalui diskusi interaktif, mereka mengajak remaja desa untuk berani bermimpi lebih tinggi daripada sekadar naik ke pelaminan di usia muda.

Kegiatan tidak hanya bersifat satu arah. Para peserta, khususnya anggota ibu-ibu pkk, tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Mahasiswa juga membagikan pamflet informatif yang berisi panduan pencegahan pernikahan dini dan tips membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak remaja.

Melalui sosialisasi ini, kelompok KKN R6 Untag Surabaya berharap angka pernikahan dini di Desa Cepokolimo dapat ditekan secara signifikan, sehingga tercipta generasi muda yang lebih berkualitas dan siap secara lahir batin untuk masa depan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/edukasi-masa-depan-mahasiswa-kkn-r6-untag-surabaya-sosialisasi-bahaya-pernikahan-dini-di-desa-cepokolimo/23399/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 23:02.