Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Dukung SDGs 16, PKM Bela Negara Unesa Perkuat Resolusi Konflik Damai Antarperguruan Pencak Silat di Kampung Pesilat Kecamatan Mejayan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 26 Juni 2026
Tim PKM Bela Negara Unesa bersama Pemerintah Kecamatan Mejayan dan perwakilan perguruan pencak silat dalam kegiatan FGD Penguatan Harmonisasi dan Resolusi Konflik Antarperguruan Pencak Silat di Pendopo Kampung Pesilat, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jumat (26/6/2026). Sumber: Dokumentasi Tim PKM Bela Negara Unesa, 2026.

Madiun, JurnalPost.com — Upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh diwujudkan Universitas Negeri Surabaya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Bela Negara di Pendopo Kampung Pesilat, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Kegiatan bertajuk Focus Group Discussion Penguatan Harmonisasi dan Resolusi Konflik Antarperguruan Pencak Silat di Kabupaten Madiun sebagai Upaya Internalisasi Nilai-Nilai Bela Negara yang Berkelanjutan ini menjadi ruang dialog multipihak antara Tim PKM Unesa, Pemerintah Kecamatan Mejayan, dan perwakilan perguruan pencak silat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026, dengan melibatkan 31 peserta, terdiri atas 25 orang dari unsur kelompok pencak silat dan Pemerintah Kecamatan Mejayan, serta 6 orang Tim PKM Unesa. Sebelum kegiatan berlangsung, Ketua Tim PKM telah melakukan koordinasi intensif dengan Camat Mejayan, Hery Fajar Nugroho, S.Sos., M.Si., agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan arah penguatan tata kelola Kampung Pesilat.

Ketua Tim PKM, Deby Febriyan Eprilianto, S.Sos., MPA., menyampaikan bahwa pencak silat memiliki posisi strategis sebagai ruang pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan internalisasi nilai bela negara. Menurutnya, nilai kedisiplinan, persaudaraan, tanggung jawab sosial, cinta tanah air, serta kepatuhan hukum perlu terus diperkuat agar perguruan pencak silat mampu menjadi kekuatan sosial yang menjaga harmoni masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, Unesa ingin mendorong pencak silat tidak hanya dipahami sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai media membangun perdamaian, memperkuat persaudaraan, dan menyelesaikan konflik secara damai. Ini sejalan dengan nilai bela negara dan SDGs 16,” ujar Deby.

FGD diawali dengan penyampaian empat materi utama. Materi pertama membahas sejarah, perkembangan, dan peran strategis Kampung Pesilat dalam membangun harmoni sosial. Materi kedua disampaikan oleh Deby Febriyan Eprilianto mengenai manajemen konflik dan risiko antarperguruan pencak silat serta internalisasi nilai bela negara. Materi ketiga disampaikan oleh Vita Mahardhika, S.H., M.H. tentang konsultasi hukum, mediasi, dan alternatif penyelesaian konflik komunitas pesilat. Materi keempat disampaikan oleh Yuyun Eka Kartika Sari, S.Sos., MPA. mengenai pengembangan sosial ekonomi berkelanjutan Kampung Pesilat sebagai strategi internalisasi nilai bela negara.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terarah untuk mengidentifikasi potensi, kebutuhan, serta tantangan tata kelola Kampung Pencak Silat di Kecamatan Mejayan. Para tokoh perguruan diberi ruang untuk menyampaikan ide, gagasan, saran, kritik, dan masukan mengenai pengembangan komunitas pencak silat yang lebih harmonis.

Tim PKM Unesa juga melakukan pendampingan dalam penyusunan legalitas komunitas Kampung Pencak Silat di Kecamatan Mejayan, penyusunan manajemen risiko dan resolusi konflik, penyusunan struktur organisasi, serta penyusunan program kerja. Pendampingan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang mendatangkan manfaat bagi tata kelola Kampung Pesilat.
Selain mendukung SDGs 16, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pemahaman peserta mengenai bela negara, hukum, mediasi, dan manajemen konflik. Kegiatan ini juga mendukung SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, dan komunitas pencak silat dalam satu forum kolaboratif.

Melalui PKM Bela Negara ini, Unesa berharap harmonisasi antarperguruan pencak silat di Kecamatan Mejayan dapat terwujud dengan mengedepankan nilai bela negara, komunikasi yang terbuka, penyelesaian konflik secara damai, serta penguatan kelembagaan komunitas yang berkelanjutan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/dukung-sdgs-16-pkm-bela-negara-unesa-perkuat-resolusi-konflik-damai-antarperguruan-pencak-silat-di-kampung-pesilat-kecamatan-mejayan/26572/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026 16:08.