Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Drug Delivery Systems : Pengembangan Nanopartikel dalam Sistem Penghantaran Obat Baru

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 8 Mei 2024
Ilustrasi Drug Delivery System

JurnalPost.com – Penghantaran nanopartikel merupakan bentuk proses dispersi formulasi suatu partikel pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Mulanya, kita telah mengenal ekstrak dari bahan alam yang terbukti secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit. Kehadiran senyawa bioaktif di dalamnya memberikan efek farmakologis. Faktanya, hingga 40 persen atau lebih senyawa dari bahan alam ini memiliki masalah kelarutan rendah dalam air atau bahkan berpotensi pada toksisitas yang tinggi. Kelarutan yang rendah di dalam air serta kurangnya kemampuan permeabilitas menembus barrier absorpsi dapat mempengaruhi bioavailabilitas senyawa bahan alam di dalam tubuh. Sementara, dalam pembuatan produk berbasis bahan alam, penting untuk memperhatikan masalah seperti ini. Mesti begitu, salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Teknologi nanopartikel telah menjadi tren terkini dalam pengembangan sistem penghantaran obat.

Kelebihan Penggunaan Nanopartikel dalam Sistem Penghantaran Obat
1. Partikel pada skala nanometer memiliki sifat fisik yang khas
Beberapa referensi menyatakan bahwa nanopartikel baru menunjukkan ciri khasnya ketika memiliki diameter di bawah 100 nm. Namun, mencapai batasan ini seringkali sulit untuk melakukannya dalam sistem nanopartikel sebagai sarana pengiriman obat. Terdapat beberapa karakteristik menarik yang membuat nanopartikel menjadi opsi yang menarik dalam sistem pengiriman obat, sebagai berikut:
– ukuran yang sangat kecil, melebihi luas permukaan partikel umumnya,
– kontrol yang baik dalam melepaskan obat,
– kemampuan untuk mengarahkan obat secara spesifik ke target tertentu,
– perlindungan obat dari degradasi selama proses pengiriman.
Demikian sehingga, nanopartikel menawarkan potensi yang besar dalam meningkatkan efektivitas sistem pengiriman obat.

2. Fleksibilitas teknologi nanopartikel
Fleksibilitas teknologi nanopartikel dengan memadukan teknologi lain, membuka jalan bagi pengembangan sistem penghantaran yang lebih canggih. Apalagi kemampuannya untuk menghubungkan dengan berbagai molekul pendukung tambahan memungkinkan penciptaan sistem baru yang lebih kompleks. Molekul pendukung tambahan tersebut berperan sebagai agen targeting untuk meningkatkan selektivitas sistem nanopartikel secara keseluruhan.

3. Kemampuan untuk menembus ruang-ruang antar sel
Nanopartikel yang sangat kecil kemungkinannya untuk menembus hambatan sel dan membran biologis karena dapat dengan mudah melewati celah-celah. Contoh penggunaannya dalam merespon perubahan pH atau kondisi redoks di sekitar sel target, alhasil juga dapat meningkatkan efisiensi penetrasi sel.
Dengan beberapa kelebihan nanopartikel dalam sistem penghantaran obat, karenanya membuka peluang untuk menginovasikan nanopartikel menjadi sebuah teknologi baru yang lebih ringkas, efektif, dan canggih dalam drug delivery systems.

Daftar Pustaka
Dana Tarab‐Ravski et al. (2023). ‘Delivery of Therapeutic RNA to the Bone Marrow in Multiple Myeloma Using CD38‐Targeted Lipid Nanoparticles’, Advanced Science. 10(21).
Martien, R. et al. (2012) ‘Technology Developments Nanoparticles as Drug’, Majalah Farmaseutik, 8(1), pp. 133–144.
Ramadon, D. and Mun’im, A. (2016) ‘Pemanfaatan Nanoteknologi dalam Sistem Penghantaran Obat Baru untuk Produk Bahan Alam’, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 14(2), pp. 118–127.

Penulis: Novita Sintiya Sari
Universitas Airlangga

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/drug-delivery-systems-pengembangan-nanopartikel-dalam-sistem-penghantaran-obat-baru/14066/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026 23:34.