
Bandar Lampung, JurnalPost.com – Dosen Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Sosialisasi Dampak Penambangan Ilegal Batuan Andesit sebagai Penyebab Banjir di Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung”. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan akibat aktivitas penambangan ilegal.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sukabumi dan diikuti oleh warga setempat. Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Teknik Pertambangan ITERA menjelaskan keterkaitan antara aktivitas penambangan ilegal batuan andesit dengan meningkatnya risiko banjir, kerusakan lahan, sedimentasi sungai, serta terganggunya sistem drainase alami.
Penambangan batuan andesit yang dilakukan tanpa perencanaan teknis dan izin resmi dinilai berpotensi merusak struktur tanah dan daerah resapan air. Hal ini menyebabkan aliran air hujan tidak terkendali dan meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir, khususnya di kawasan permukiman warga Kecamatan Sukabumi.
Kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, yang turut memberikan pemaparan mengenai regulasi lingkungan, dampak hukum penambangan ilegal, serta peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Perwakilan Dosen Teknik Pertambangan ITERA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan risiko bencana di daerah. “Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa penambangan ilegal bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan dan lingkungan tempat tinggal kita,” ujar salah satu pemateri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, berperan aktif dalam pengawasan aktivitas penambangan ilegal, serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah bencana banjir di Kota Bandar Lampung.