Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Dosen Pulang Kampung IPB: Seleksi Pohon Plus Jadi Senjata Ampuh Hadapi Serangan Hama dan Penyakit Hutan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 20 Juni 2025

Sumedang, JurnalPost.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan hutan terhadap serangan hama dan penyakit, para akademisi dan praktisi kehutanan sepakat bahwa seleksi pohon plus menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditawar lagi. Hal ini mengemuka dalam kegiatan “Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB 2025” yang digelar di UPTD Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (SPTH), Sumedang, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan berbagai narasumber ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Prof. Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, M.Si., Prof. Dr. Ir. Ulfah Juniarti Siregar, M.Agr., dan Bayu Winata, S.Hut., M.Si. serta salah satu peneliti BRIN, Dr. Dede J. Sudrajat, S.Hut., M.T. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang berasal dari Sumber Perbenihan Tanaman Hutan, Kelompok Tani Hutan (KTH), Tahura Djuanda, serta perwakilan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V dan IX, dan Ditjen KSDAE. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pemuliaan pohon (seleksi pohon plus), budidaya tanaman hutan, pengenalan hama-penyakit, serta teknik perbenihan yang baik dan benar.

Salah satu sorotan utama dalam pelatihan ini adalah keterkaitan erat antara kualitas genetik pohon dengan tingkat kerentanan terhadap serangan hama dan penyakit. Prof. Noor Farikhah Haneda, M.Si., memaparkan bahwa pohon hasil seleksi pohon plus memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap gangguan biotik, seperti penggerek batang (boktor) dan karat puru, yang selama ini menjadi kendala utama dalam budidaya tanaman sengon dan balsa.

“Pohon yang berasal dari benih unggul hasil seleksi terbukti lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit dibandingkan tanaman biasa,” jelas Prof. Noor. Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hama secara terpadu.

Prof. Ulfah Juniarti Siregar, M.Agr., menambahkan bahwa pemuliaan pohon tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan alami pohon terhadap patogen. Melalui uji keturunan dan seleksi induk pohon yang tepat, kita dapat memperoleh genetic gain yang signifikan untuk masa depan hutan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Selain pemaparan teori, peserta juga mendapat pembekalan praktis mengenai klasifikasi gejala dan tanda penyakit, teknik pengendalian hama secara biologis, kimiawi, dan silvikultur, hingga strategi menyelamatkan tanaman endemik melalui konservasi genetik.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran kolaboratif antara akademisi dan praktisi lapangan dalam menghadapi tantangan nyata di sektor kehutanan. “Akar solusi dari serangan hama dan penyakit adalah benih yang kuat secara genetik,” tegas Prof. Noor.

Dengan berbagai paparan ilmiah dan praktik langsung yang diberikan, Dospulkam IPB 2025 di Sumedang menegaskan bahwa masa depan kehutanan yang sehat dimulai dari perencanaan bibit yang cermat hari ini. Slogan “Benih membawa janji masa depan” bukan hanya semangat, tapi juga arah nyata menuju hutan Indonesia yang tangguh dan produktif.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/dosen-pulang-kampung-ipb-seleksi-pohon-plus-jadi-senjata-ampuh-hadapi-serangan-hama-dan-penyakit-hutan/19282/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 20:44.