Mojokerto, JurnalPost.com – Upaya memperkuat literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) di kalangan siswa sekolah dasar dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan dosen Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di MI Muhammadiyah Al Hikmah Mojosari.
Fokus pada coding berbasis Scratch
Kegiatan bertajuk “Pendampingan Pembelajaran Coding Berbasis Scratch untuk Guru dan Siswa MI Muhammadiyah Al Hikmah Mojosari (Peningkatan Literasi Digital dan Computational Thinking)” ini dipimpin oleh Dr. Hindarto, S.Kom., M.T. dengan anggota tim Vanda Rezania, S.Psi., M.Pd. dari UMSIDA dan Neny Kurniati, S.Kom., M.T. dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida). Program tersebut turut melibatkan lima mahasiswa Informatika UMSIDA sebagai pendamping pelatihan.

Program tersebut terlaksana atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema hibah PkM. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong penguatan literasi digital serta pengembangan kompetensi abad ke-21 di lingkungan pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga kali pertemuan yang mencakup pelatihan dan pembimbingan bagi guru maupun siswa. Scratch dipilih sebagai media pembelajaran karena menggunakan sistem blok visual yang mudah dipahami anak-anak.
“Melalui Scratch, siswa dapat belajar logika pemrograman dengan cara yang menyenangkan dan tidak membebani mereka dengan sintaks yang rumit,” kata Dr. Hindarto dalam keterangannya.
Tiga tahap pelatihan
1. Pengenalan computational thinking dan literasi digital
Siswa dan guru diperkenalkan pada dasar-dasar berpikir komputasional, pengenalan antarmuka Scratch, serta cara menyusun blok perintah sederhana.
2. Praktik membuat proyek interaktif
Peserta mulai membuat animasi, permainan edukatif, dan kuis interaktif menggunakan Scratch. Guru juga mendapatkan pendampingan strategi mengajar coding di kelas.
3. Pengembangan proyek mandiri
Pada pertemuan terakhir, siswa diminta mengembangkan proyek kreatif secara mandiri dan mempresentasikan hasilnya di depan teman dan guru.

Respons positif dari sekolah
Pihak MI Muhammadiyah Al Hikmah Mojosari menyambut baik program tersebut karena relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Kepala MI Muhammadiyah Al Hikmah Mojosari Nur Faridah, S.Pdi mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, pelatihan coding berbasis Scratch menjadi pengalaman baru yang menarik bagi guru dan siswa.
“Kegiatan ini memberikan manfaat yang luar biasa. Siswa belajar berpikir logis dan kreatif, sementara guru mendapatkan wawasan baru tentang pembelajaran digital yang lebih inovatif,” tuturnya.
Selain meningkatkan keterampilan teknologi, kegiatan ini juga dinilai mampu melatih kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kerja sama siswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya proyek digital yang berhasil diselesaikan secara mandiri.