
JurnalPost.com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Samudra melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyediaan media edukasi dan sarana kebersihan untuk mendukung pemulihan lingkungan pascabanjir di Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tanggap bencana tahun 2026.
Banjir yang melanda wilayah wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, seperti penumpukan sampah, terbatasnya akses air bersih, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemulihan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga edukatif.
Ketua tim pengabdian, Arissa Sabilla, menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman sekaligus fasilitas pendukung agar masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan setelah bencana,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya dalam kondisi pascabanjir. Tim pengabdian memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah, sanitasi lingkungan, serta pencegahan penyakit yang sering muncul setelah banjir.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim pengabdian turut menyalurkan sarana kebersihan berupa alat kebersihan lingkungan, serta perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan ini diberikan secara langsung kepada masyarakat dan perangkat desa untuk digunakan secara bersama.
Datuk (kepala desa) Tanjung Neraca menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan edukasi yang diberikan. Setelah banjir, kondisi lingkungan kami memang membutuhkan perhatian khusus. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat jadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan sarana kebersihan sangat membantu masyarakat dalam melakukan kegiatan gotong royong.
“Fasilitas yang diberikan sangat bermanfaat. Ini bisa kami gunakan untuk kegiatan bersih desa agar lingkungan kembali sehat dan nyaman,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, terlihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. Masyarakat mulai antusias dan mengerti pentingnya dalam menjaga kebersihan serta memanfaatkan sarana yang telah diberikan.
Ketua tim pengabdian juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari program ini.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri. Perubahan kecil dalam perilaku kebersihan dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan lingkungan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi lingkungan di Desa Tanjung Neraca dapat pulih secara bertahap serta masyarakat mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan lingkungan pascabencana.