
Oleh: Miftakhul Rifky Al Farez
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan,dunia kerja sudah mulai menggunakan teknologi teknologi tersebut,banyak perusahan yang sudah memanfaatkan teknologi AI dalam membantu sautu pekerjaan atau produksi dalam suatu perusahaan,data menunjukan bahwa 78 persen perusahaan telah mengadopsi Teknologi Ai baik berupa aplikasi maupun platform.sebuah peningkatan yang signifikan dari 55 % pada tahun 2023.selain itu,71 persen organisasi sudah secara rutin menggunakan teknologi AI,meningkat dari 65 persen pada awal tahun 2024.91 persen karyawan mengatakan bahwa organisasi mereka sudah menggunakan teknologi AI pada tahun 2025,51 persen diantaranya teknologi AI berupa Chat GPT atau AI generatif sudah secara khusus untuk digunakan.
Disisi lain dalam meningkatnya kemajuan penggunaan teknologi AI memiliki dampak negatif dalam dunia kerja baik berupa pelatihan AI maupun Fasilitas.data menunjukkan bahwa 32 persen menyebutkan kurangnya pemahaman,dukungan,atau pelatihan sebagai alasannya.menurut amanda whicher,direktur Teknologi UKI di Hays mengatakan bahwa”lambat nya proses adopsi teknologi AI di tempat kerja menekankan kebutuhan yang nyata akan pelatihan dan sistem teknologi pendukung yang lebih baik untuk memanfaatkan teknologi yang ada.penelitian kami mengungkapkan bahwa hampir sepertiga karyawan/pekerja merasa tidak siap untuk memanfaatkan teknologi AI dikarenakan minimnya pemahaman dan dukungan.kesenjangan tersebut merupakan hambatan utama untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam operasi sehari-hari,yang seharusnya dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi di berbagai sektor industri”
Kemajuan teknologi AI memiliki dampak yang besar pada dunia kerja dengan meningkatkan efisiensi dan mampu menciptakan jenis profesi baru,namun juga dapat menibulkan tantangan serius. Banyak pekerjaan rutin yang akan terdampak otomatisasi,sementara kebutuhan keterampilan dan kemampuan bekerja menggunakan AI meningkat pesat.sayangnya, tidak semua pekerja siap dengan kemajuan teknologi ini,sehingga muncul kesenjangan keterampilan,ketimpangan adopsi teknologi AI,serta kecemasan dan ketidakpastian karir di kalangan tenaga kerja
Di era kemajuan teknologi sekarang sudah seharusnya masyarakat diberikan pelatihan atau pendidikan mengenai teknologi AI ini.sehubungan dengannya perkembangan zaman,dimana sudah banyak perusahaan yang sudah mulai menggunakan teknologi AI.peran perusahaan sudah seharusnya memberikan fasiltas kepada para pekerja agar adopsi teknologi AI di lingkungan kerja tidak terhambat.sudah saatnya masyarakat untuk mengikuti perkembangan teknologi yang canggih ini,dan masyarakat untuk tidak menolak atas perkembangan teknologi saat ini.sudah banyak pekerjaaan/ profesi yang rawan akan tergantikan oleh kemajuan teknologi AI,sudah saat nya masyarakat bekerja sama dengan AI agar produktivitas menjadi meningkat dan pekerjaan tidak akan terancam digantikan oleh AI.
Pada akhirnya,AI tidak akan dapat diberhentikan,tetapi memiliki dampak yang masih bisa diarahkan.tantangan terbesar di era kecerdasan buatan terletak pada seberapa cepat perkembangan teknologi,melainkan pada seberapa siap masyarakat mengikuti nya.tanpa investasi yang serius pada keterampilan ,pelatihan berkelanjutan,dan kebijakan yang berpihak pada pekerja,AI justru akan berpotensi memperluas kesenjangan sosial dan ekonomi.namun sebaliknya,jika memiliki kesiapan dan kerjasama antara pemerintah,dunia kerja,dan pekerja itu sendiri, maka AI akan menjadi alat pemberdayaan bukan ancaman.pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI dapat memiliki ancaman pada dunia kerja,melainkah apakah kita siap berubah dan bekerja sama dengan kemajuan teknologi.