
JurnalPost.com – Desa Junrejo, Kota Batu, menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi masalah sampah dengan melibatkan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan komunitas pecinta alam “Sabers Pungli.” Dalam sebuah pertemuan strategis, pihak desa sepakat untuk menyusun rencana pengelolaan sampah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari inisiatif mahasiswa HI UMM dalam gerakan #junresik, yang sebelumnya sukses dengan penentuan mentok dan juga pemnbuatan kandang mentok sebagai langkah inovatif dalam penanganan sampah organik. Bintang Ramadhan Yusuf Khadafi, koordinator kelompok 13 mahasiswa HI UMM, menyatakan, “Kami sangat senang melihat keseriusan Desa Junrejo dalam menanggapi masalah sampah. Kerjasama ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan menjadi fondasi untuk langkah-langkah berkelanjutan.”
Turut serta hadir Bapak Doddy, salah seorang penggiat komunitas pecinta lingkungan dari Sabers Pungli mengutarakan pujian, “Junrejo merupakan desa yang paling kooperatif dan komunikatif dalam menangani permasalahan sampah.” Ungkapnya
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) turut aktif dalam proses penyusunan rencana ini, sebagai perwakilan langsung dari masyarakat. “Kami berkomitmen untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam merumuskan rencana pengelolaan sampah yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan bersama. Inisiatif ini adalah langkah positif untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” kata seorang perwakilan BPD.

Andi Faizal Hasan, yang menjabat sebagai Kepala Desa Junrejo, juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah proaktif Desa Junrejo. “Kami yakin kolaborasi ini akan menciptakan dampak positif yang besar, bukan hanya dalam penanganan sampah, tetapi juga dalam membentuk sikap peduli lingkungan yang lebih baik,” ungkap Andi Faizal Hasan. Koordinator kelompok yaitu, Bintang Mengatakan “Nantinya mentok tersebut akan menjadi aset dari bank sampah Junrejo, warga akan dapat menabung dalam bank sampah tersebut, selanjtunya warga dapat menukarkan hasil tabungannya dengan mentok ataupun uang.
Langkah-langkah berikutnya mencakup penyelenggaraan pertemuan partisipatif dengan masyarakat, penyusunan rencana aksi berdasarkan kebutuhan lokal, dan implementasi program pengelolaan sampah. Desa Junrejo berharap bahwa rencana ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat.