
JurnalPost.com – Degradasi lingkungan merupakan suatu bentuk kemerosotan lingkungan yang dimana ini telah terjadi sebagaimana terus menerus dan berkelanjutan. Laut merupakan tempat dimana banyak beragam sumberdaya hayati meliputi ikan, terumbu karang, dll. Adapun non hayati/bahan tambang seperti batu, pasir dll. Sumberdaya yang beragam ini mengundang banyak orang memanfaatkannya terutama pada kekayaan ikan.
Pada pesisir Puger ini ini memiliki ikan yang melimpah dan juga di tampung pada TPI. Semakin banyak pengunjung ternyata membuat dampak karena pengunjung maupun pedagang kurang memperhatikan soal sampah yang ada, baik itu sisa ikan kecil yang menimbulkan bau busuk dan sampah bekas makanan pengunjung tidak dibuang pada tempatnya. Sampah yang berserakan dekat laut bisa terbawa saat terjadinya pasang surut hingga kelaut. Dampak selain lingkungan terlihat kotor dan bau ternyata juga akan mempersulit nelayan dalam memperoleh ikan karena banyak sampah yang ikut terjala.
Daerah pesisir Puger yang ada di Jember terkuak fakta bahwa pesisir ini juga menempatkan salah satu bentuk kegiatan pelabuhan ikan, dari segi penangkapan hingga bentuk pemasaran. Apakah nantinya yang dipasarkan adalah ikan yang memang layak dikonsumsi atau ikan yang sudah terkontaminasi dengan kelimpahan sampah disana?
“Meningkatnya kelimpahan mikroplastik seiring dengan meningkatnya ketergantungan manusia terhadap sampah plastik” – Hermawan.
Pernyataan tersebut talah mengiring kita untuk berpikir bahwa penggunaan plastik menyebabkan peningkatan sampah plastik yang akan terdegradasi menjadi mikroplastik, adanya kegiatan dipelabuhan ikan, tempat pembudidayaan ikan, pariwisata, serta pembuangan limbah domestik dan industri yang tidak tepat berkontribusi, maka semakin meningkatnya mikroplastik di lautan.
Seiring meningkatnya mikroplastik di lautan menutup kemungkinan bahwa ikan yang hidup di lautan memiliki kandungan mikroplastik yang cukup tinggi melihat ekosistem yang mereka tempati sudah tercemari dengan banyaknya sampah disana.
“Paparan langsung pencemaran organik yang persisten dan bahan kimia lain terkait mikroplastik dapat berakibat ke sistem biologis dan menghasilkan ancaman spesifik terhadap manusia dan hewan”- Madelene Smith dkk.
Berdasakan pernyataan diatas perlunya tindak lanjut penelitian sebelum ikan dipasarkan, dan layaknya untuk dikonsumsi. Melihat adanya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih kategori rendah dan masih belum memikirkan adanya akibat yang mereka timbulkan nantinya akan merugikan mereka sendiri.
Oleh : Muhammad Ichsan, dkk. Mahasiswa Tadris Biologi UIN KHAS Jember