
Sentul, Bogor, JurnalPost.com — Bagi sebagian orang, daging adalah bahan masakan. Bagi sebagian lain, daging adalah komoditas. Namun bagi peserta Butcher Training Class yang digelar LAMITRA, daging menjadi medium pembelajaran tentang proses, ketelitian, dan tanggung jawab.
Butcher Training Class yang berlangsung di Honeyland, Sentul, Bogor, pada Minggu (31/1/2026) menghadirkan pengalaman yang berbeda dari kelas pelatihan pada umumnya. Karyawan dan pelanggan LAMITRA berada dalam ruang yang sama, mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membuka proses penanganan daging secara lebih dekat.

Pimpinan LAMITRA, Maheswara Aulia Khrisna, menyampaikan bahwa Butcher Training Class dirancang sebagai ruang belajar bersama. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi ruang edukasi berkelanjutan, tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kualitas dan keamanan pangan berangkat dari proses yang dijalankan secara bertanggung jawab.
Kegiatan berfokus pada hal-hal mendasar dalam penanganan daging, mulai dari kebersihan dan kesiapan alat kerja hingga kebiasaan di meja potong yang kerap dianggap sepele, namun berpengaruh terhadap kualitas daging. Dari proses tersebut, peserta mulai memahami bahwa penanganan daging tidak berdiri pada satu tahap, melainkan rangkaian proses yang saling berkaitan.

Praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Peserta mencoba langsung teknik pemotongan, membaca arah serat, hingga memahami bagaimana daging diperlakukan setelah diproses. Pengalaman ini memberi gambaran nyata bahwa kesalahan kecil di awal dapat berdampak panjang pada kualitas akhir.
Di sela praktik, peserta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Percakapan mengalir seputar teknik, penggunaan alat, hingga situasi yang sering dihadapi saat menangani daging. Ruang tanya jawab tidak hanya menjadi sesi formal, tetapi juga sarana berbagi pengalaman antar peserta.
Pelatihan ini menghadirkan kesadaran baru. Penanganan daging yang sebelumnya dianggap rutinitas, kini dipahami sebagai proses yang membutuhkan perhatian lebih. Ada harapan agar pemahaman semacam ini tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

Suasana kebersamaan dan kehangatan antara narasumber, pelanggan setia dan karyawan LAMITRA.
Bagi para peserta, Butcher Training Class menempatkan edukasi sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang. Dengan membuka proses penanganan daging kepada karyawan dan pelanggan, LAMITRA berupaya membangun hubungan yang didasarkan pada pemahaman bahwa kualitas daging tidak hadir secara instan, melainkan dibentuk melalui rangkaian proses yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.
Melalui kegiatan ini, LAMITRA menempatkan edukasi sebagai bagian dari pendekatan jangka panjang dalam membangun kepercayaan. Dengan melibatkan karyawan dan pelanggan dalam ruang belajar yang sama, LAMITRA membuka proses penanganan daging secara lebih transparan.