Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Dari Konten ke Komunikasi Publik: Pengelolaan Media Digital oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur sebagai Sarana Informasi Masyarakat

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 23 Mei 2026

JurnalPost.com – Perkembangan media digital di era modern membuat instansi pemerintah dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat, akuran, dan menarik kepada masyarakat. komunikasi publik kini juga dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Instagram, YouTube, TikTok, hingga website resmi pemerintah. Hal ini menjadi salah satu bentuk transformasi komunikasi publik yang dijalankan oleh Dinas Kominfo Jatim dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Jawa Timur.

Achmad Rassel, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, merasakan secara langsung bagaimana proses komunikasi publik dijalankan melalui program magang di Dinas Kominfo Jatim, tepatnya pada bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP). Selama menjalani program magang, ia terlibat dalam berbagai kegiatan produksi media digital, mulai dari editing video, dokumentasi acara pemerintahan, livestreaming, desain grafis, hingga penulisan berita publikasi.

Selama menjalani program magang, Rassel ikut mengelola berbagai konten informasi yang dipublikasikan melalui media sosial pemerintah seperti editing video, dokumentasi kegiatan pemerintahan, livestreaming, desain grafis, hingga penulisan berita publikasi. Konten-konten yang dikelola juga beragam, seperti program Kominfun, konten informasi publik, Flash News, dokumentasi kegiatan gubernur dan pemerintah daerah, serta berbagai konten media sosial yang bertujuan menyampaikan informasi secara cepat dan menarik kepada masyarakat Jawa Timur.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama magang adalah ketika terlibat langsung dalam proses livestreaming kegiatan pemerintahan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) serta Gedung Grahadi. Pada kegiatan tersebut, Achmad mempelajari bagaimana proses produksi siaran langsung dilakukan secara profesional, mulai dari persiapan alat, pengambilan gambar, pengaturan audio, hingga koordinasi tim di lapangan agar informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat secara real time.

Dalam proses pengelolaan konten digital, terdapat beberapa teori komunikasi yang relevan dengan aktivitas yang dilakukan selama magang, di antaranya:

1. Teori Komunikasi Massa, yang menjelaskan bagaimana media digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak luas secara cepat dan efektif. Media sosial pemerintah menjadi sarana komunikasi massa modern yang memungkinkan informasi publik tersebar secara luas kepada masyarakat.

2. Teori New Media, yang menekankan pemanfaatan media digital interaktif dalam proses komunikasi. Penggunaan Instagram, YouTube, dan livestreaming menjadi bentuk implementasi media baru dalam komunikasi pemerintahan.

3. Model Komunikasi Shannon & Weaver, yang membantu memahami bagaimana pesan disampaikan dari komunikator kepada komunikan melalui media digital dengan meminimalkan gangguan atau noise agar informasi tetap jelas dan mudah dipahami masyarakat.

4. Teori Agenda Setting, yang menunjukkan bahwa media memiliki kemampuan untuk memengaruhi perhatian publik terhadap suatu isu. Konten-konten informasi pemerintah yang dipublikasikan melalui media sosial berperan dalam membangun perhatian masyarakat terhadap program dan kebijakan pemerintah daerah.

Selain memahami teori komunikasi, pengalaman magang di Dinas Kominfo Jatim juga memberikan wawasan yang luas dan praktis mengenai proses produksi media digital dan komunikasi publik. Rassel belajar menyusun visual video yang menarik dan informatif, menulis berita dengan bahasa yang jelas dan sesuai kaidah jurnalistik, serta dokumentasi dan liputan livestreaming dalam berbagai kegiatan pemerintahan. “Magang ini mengajarkan saya bahwa pengalaman tidak selalu datang dari ruang kelas. Kadang, ia hadir dari ruang kantor yang sunyi, dari riuhnya liputan di lapangan, dan dari obrolan sederhana dengan orang-orang baru yang sebelumnya asing. Di tempat ini, saya tidak hanya belajar tentang komunikasi publik, tetapu juga belajar tentang pertemuan, realasi, dan cerita baru yang pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan saya.” Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa komunikasi publik tidak hanya sekedar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat melalui media digital yang efektif, informatif, dan mudah dipahami oleh publik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/dari-konten-ke-komunikasi-publik-pengelolaan-media-digital-oleh-dinas-komunikasi-dan-informatika-provinsi-jawa-timur-sebagai-sarana-informasi-masyarakat/25540/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 18:49.