Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya Kembangkan Kreativitas dan Strategi Komunikasi Digital di Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 23 Mei 2026

Oleh : Dimas Angger G.W

JurnalPost.com – Dunia kerja menjadi tempat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Dimas Angger, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, melalui program magang di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.

Selama menjalani program magang, Dimas terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di bidang media dan informasi digital. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk memahami proses kerja profesional sekaligus menerapkan teori komunikasi yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.

Pada minggu pertama, Dimas melakukan analisis isu yang berkaitan dengan kebutuhan informasi dan komunikasi publik. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk memahami pola penyampaian informasi di lingkungan pemerintahan serta pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Dalam proses ini, penerapan Teori Agenda Setting menjadi relevan, di mana media memiliki peran dalam menentukan isu apa yang dianggap penting oleh publik. Melalui analisis isu, Dimas mempelajari bagaimana informasi dipilih dan dikemas agar mampu menarik perhatian masyarakat terhadap suatu topik tertentu.

Memasuki minggu kedua hingga minggu kelima, Dimas mulai terlibat dalam pembuatan narasi dan desain flyer untuk kebutuhan media sosial Instagram Diskominfo Jatim. Konten yang diproduksi meliputi peringatan hari besar nasional, infografis, hingga thumbnail video. Dalam proses tersebut, ia menerapkan teori komunikasi visual dan copywriting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas dan menarik oleh audiens digital. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa teori komunikasi, di antaranya:

• Model Komunikasi Shannon dan Weaver, yang menjelaskan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu. Dalam pembuatan konten media sosial, pesan harus dirancang secara jelas agar tidak menimbulkan noise atau gangguan informasi sehingga audiens dapat memahami isi pesan dengan baik.

• Teori Uses and Gratifications, yang menjelaskan bahwa audiens secara aktif memilih media sesuai kebutuhan mereka, baik untuk memperoleh informasi, hiburan, maupun edukasi. Oleh karena itu, konten yang dibuat harus menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna media sosial.

Selain itu, Dimas juga mengikuti proses brainstorming ide konten video bersama tim produksi. Kegiatan ini memberinya pemahaman tentang pentingnya kerja sama tim dalam menentukan konsep komunikasi kreatif yang sesuai dengan kebutuhan publik dan karakter media sosial. Dalam tahap ini, penerapan Teori Komunikasi Kelompok menjadi penting karena proses diskusi dan pertukaran ide dilakukan secara bersama untuk menghasilkan konsep konten yang efektif dan komunikatif.

Pada minggu keenam, Dimas mulai mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan peliputan dan livestreaming. Pengalaman ini menjadi salah satu momen berharga karena ia dapat melihat secara langsung proses produksi media digital di lingkungan pemerintahan, mulai dari pengambilan gambar, dokumentasi kegiatan, hingga penyiaran informasi secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan peliputan dan livestreaming juga berkaitan dengan Teori New Media, yang menjelaskan bagaimana media digital memungkinkan penyebaran informasi secara cepat, interaktif, dan real-time kepada masyarakat luas. Melalui media digital, instansi pemerintah dapat membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif dengan publik.

Melalui program magang ini, Dimas memperoleh banyak pengalaman baru, baik dari sisi teknis maupun kemampuan komunikasi profesional. Ia belajar bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan memahami strategi komunikasi yang tepat dalam menyampaikan informasi publik.

“Magang ini memberikan saya pengalaman kerja nyata sekaligus kesempatan untuk menerapkan teori yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam praktik secara langsung,” ujar Dimas.

Program magang menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk mengenal dunia profesional sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya. Dengan pengalaman di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Dimas berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi digital dan media kreatif sebagai bekal untuk karier di masa depan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/dari-kampus-ke-dunia-kerja-mahasiswa-ilmu-komunikasi-untag-surabaya-kembangkan-kreativitas-dan-strategi-komunikasi-digital-di-dinas-komunikasi-dan-informatika-jatim/25537/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 18:49.