Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Dari Garasi bisa Sukses Menghidupi Anak Istri: Perjalanan Garasi Game Station Center dengan Strategi SDM dan Kepemimpinan yang Mengubah Bisnis Kecil Jadi Besar

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 25 Maret 2025

YOGYAKARTA, JURNALPOST – Restu Aji Dwi Kusworo (34) tak pernah membayangkan garasi rumahnya yang sempit akan menjadi awal dari bisnis yang kini menghidupi keluarga dan puluhan karyawan. Bermodal 4 unit PlayStation bekas dan tekad baja, pria yang akrab disapa Mas Aji ini membangun Garasi Game Station Center —sebuah usaha penyewaan, penjualan, dan servis PlayStation yang kini memiliki enam cabang di Yogyakarta dan sekitarnya. Kisahnya tidak hanya tentang kegigihan, tetapi juga tentang bagaimana kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang efektif menjadi kunci keberhasilan bisnisnya.

Tahun 2013, Mas Aji memulai usahanya dengan menyewakan PlayStation miliknya di garasi rumah. Saat itu, ia masih berstatus mahasiswa semester akhir yang banyak menghabiskan waktunya dikampus dan menginginkan mempunyai penghasilan tambahan dari sisa uang sakunya. “Awalnya saya hanya punya 4 PlayStation, tapi saya yakin ini bisa jadi peluang,” kenangnya. Dengan tarif sewa Rp 3.000 per jam, pelanggan mulai berdatangan, terutama anak-anak sekolah dan pelajar.

Tantangan terbesar di awal adalah modal terbatas, branding dan cara mengelola bisnis yang baik karena basic sekolahnya bukan dari jurusan bisnis jadi sangat banyak hal yang awam dan harus dipelajari. Mas Aji membedakan layanannya dengan menawarkan servis perbaikan unit PS sendiri. Banyak rental yang hanya menyewakan, tapi tidak bisa memperbaiki jika PlayStation rusak. “Saya belajar untuk memperbaiki unit sendiri, saya mengikuti beberapa seminal dan pelatihan di Boyolali” ujarnya. Kemampuan ini menjadi nilai tambah yang membuat bisnisnya bertahan.

Dalam waktu kurang dari 12 tahun, Garasi Game Station Center berkembang pesat. Dari satu garasi, kini bisnis ini memiliki enam cabang di wilayah Yogyakarta, termasuk di kawasan kampus dan organisasi padat penduduk. Setiap cabang dilengkapi PlayStation terbaru, ruang ber-AC, dan layanan makanan serta minuman yang dapat pengunjung nikmati saat berkunjung ke Garasi Game.

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi manajemen SDM yang terstruktur. “Kunci kami adalah disiplin, sistem evaluasi kinerja, dan teknologi,” kata Mas Aji.

Salah satu inovasi terbaru yang diterapkan adalah sistem presensi digital . Karyawan di setiap cabang wajib mencatat kehadiran melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan pemilik. “Ini meminimalisir penundaan dan memastikan semua shift terisi,” jelasnya. Selain itu, setiap bulan dilakukan evaluasi kinerja berdasarkan feedback pelanggan dan ketepatan waktu kerja.

Namun, tantangan SDM tetap ada. Sebagian karyawan kerap kurang responsif dalam melayani pelanggan, terutama saat jam sibuk. “Kami menemukan bahwa beberapa karyawan belum terbiasa dengan standar pelayanan yang cepat dan ramah,” ujar Mas Aji . Untuk mengatasinya, Mas Aji mulai mengadakan pelatihan bulanan tentang layanan pelanggan dan komunikasi efektif.

Tak hanya itu, sistem penggajian yang awalnya manual kini mulai dialihkan ke aplikasi kasir. “Dulu, perhitungan kas bon dan gaji masih dengan kertas. Sekarang, dengan software akuntansi, semua transaksi dan gaji dicatat secara real-time,” tambahnya.

Garasi Game Station Center tidak hanya mengandalkan penyewaan PlayStation. Layanan konsol servis menjadi andalan lainnya. Teknisi yang dibekali ilmu khusus oleh Owner bisa memperbaiki kerusakan hardware maupun software dalam waktu 1-2 hari.

Bisnis ini tidak hanya menguntungkan pemiliknya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi 14 karyawan, mulai dari operator cabang, teknisi, hingga koordinator dan pengembangan.

Bagi Mas Aji, kebanggaan terbesarnya adalah bisa menghidupi istri dan anaknya tanpa harus bekerja di perusahaan orang lain. “Dulu, saya sering dianggap ‘hanya tukang rental PlayStation’. Tapi sekarang, bisnis ini bisa membiayai sekolah anak dan membeli rumah dan mobil,” ujarnya dengan senyum.

Meski sukses, Mas Aji menyadari bisnisnya harus terus beradaptasi. Persaingan dengan rental online dan game mobile menjadi ancaman serius.
Menurut analisis dari laporan magang, kunci keinginan bisnis ini terletak pada tiga hal:

1. Sistem digitalisasi (presensi, penggajian, dan pemasaran).
2. Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan berkala.
3. Ekspansi layanan yang sesuai tren pasar.

Kisah Mas Aji membuktikan bahwa bisnis kecil bisa tumbuh besar dengan manajemen yang tepat. “Jangan takut mulai dari nol. Yang penting, disiplin, jaga kualitas layanan, dan lakukan karyawan dengan adil,” pesannya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi: “Jika hari ini hanya menyewakan PlayStation, besok harus ada nilai tambah agar tidak tertinggal.”

Dengan kombinasi kerja keras, strategi SDM yang manusiawi, dan adaptasi teknologi, Garasi Game Station Center tidak hanya sekedar bisnis—tetapi menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari garasi rumah “walaupun masih berstatus mahasiswa harus pandai mencari peluang bisnis, karena jika kita anak muda yang bekarya siapa lagi” ujar Mas Aji.

Penulis :
Rafika Hana Wiratri
Mahasiswa Magang Prodi Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/dari-garasi-bisa-sukses-menghidupi-anak-istri-perjalanan-garasi-game-station-center-dengan-strategi-sdm-dan-kepemimpinan-yang-mengubah-bisnis-kecil-jadi-besar/18280/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 19:18.