
JurnalPost.com – Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes (10/08/2023) – Air merupakan sumber daya primer yang menduduki peranan krusial dalam kehidupan. Ketersediaan jumlah air menjadi tonggak pembangunan kehidupan manusia dalam jangka panjang. Terpenuhinya kebutuhan air bersih pada suatu wilayah menjadi salah satu tolak ukur masyarakat dapat dikatakan sejahtera. Maka dari itu, air menjadi salah satu tujuan dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Desa Karangbale merupakan salah satu desa di Kabupaten Brebes yang mengalami krisis air bersih. Kondisi geografis menyebabkan desa ini minim akan sumber air bersih. Saat musim kemarau, Desa Karangbale menerima bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Brebes setiap tahunnya. Akan tetapi, menurut hasil survei dan wawancara dengan warga setempat maupun perangkat desa, kebutuhan air bersih di Desa Karangbale per hari ini masih belum memadai.
“Memang di Karangbale sudah punya PDAM, tetapi masih ada masyarakat yang kekurangan air bersih. Terlebih lagi pada saat musim kemarau,” ujar Fahrudin di Balai Desa Karangbale, Brebes pada Kamis, 20 Agustus 2023.
Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk program Kemenkes melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sejak 2010 dan Program Penyediaan Air Minum Pam dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sejak 2020. Namun, masyarakat desa mengungkapkan bahwa kedua sumber air tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Melihat hal ini, pemerintah daerah menyalurkan air PDAM dari Kecamatan Larangan pada tahun 2021 dengan harapan menutup kekurangan air bersih yang ada. Namun, dengan biaya bulanan PDAM yang dinilai dua kali lipat lebih mahal dari STBM dan PAMSIMAS, justru menimbulkan permasalahan gap dalam pendistribusian air bersih di Desa Karangbale. Air yang didapat melalui PDAM juga dinilai kurang memuaskan masyarakat karena air tersebut membawa endapan atau material kasar seperti serpihan batu, serpihan kayu, pasir, dan lain sebagainya.
Masyarakat Desa Karangbale juga mengeluh atas pendistribusian air yang tidak merata sehingga menghambat aktivitas keseharian masyarakat, seperti konsumsi, MCK, dan lain sebagainya. Sebelum adanya program STBM dan PAMSIMAS, masyarakat telah berinisiatif untuk melakukan pengeboran sumur sebagai sumber air bersih. Namun, usaha tersebut dinilai kurang memuaskan. Sama seperti air PDAM, air dari pengeboran sumur juga memiliki endapan, bahkan terkadang sumur tersebut menjadi kering dan tidak mengeluarkan air sama sekali. Air dari PDAM, PAMSIMAS, dan STBM digunakan ketika musim kemarau karena air yang berasal dari pengeboran sumur seringkali kering atau tidak ada air sama sekali dalam sumur tersebut. surut.
Permasalahan yang ada di Desa Karangbale ini melatarbelakangi Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menginisiasikan program kerja yang berjudul “Klasterisasi Digital Kebutuhan Air Bersih Sebagai Basis Perencanaan Dalam Pemerataan Distribusi Pemenuhan Ketersediaan Air Bersih di Desa Karangbale.” Program kerja ini telah disosialisasikan di Balai Desa Karangbale pada tanggal 02 Agustus 2023 bersama seluruh perangkat desa dan masyarakat Desa Karangbale.
Klasterisasi digital menjadi urgensi tersendiri mengikuti perkembangan digitalisasi dalam berbagai sendi kehidupan. Klasterisasi digital merupakan proses pengelompokkan yang didasarkan pada kesamaan pola tertentu berbasis teknologi digital. Dalam program ini, data yang dikelompokkan adalah data instalasi dan pemakaian air bersih yang bersumber dari PDAM Kecamatan Larangan, STBM, dan PAMSIMAS Desa Karangbale. Selain itu, data juga didapatkan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada sampel yang telah diperkirakan dari total data pengguna yang didapat. Data yang didapat diolah sehingga diperoleh data hasil klaster, kemudian dikemas dalam bentuk infografis dan rilis data pada situs web resmi Desa Karangbale.
Berikut adalah infografis hasil pengolahan data klasterisasi:
S
Pemerintah dan masyarakat Desa Karangbale sebagai aktor dalam pembangunan desa menjadi salah satu target dalam program ini. Maka dari itu, Mahasiswa KKN Tim II universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2022/2023 di Desa Karangbale melakukan sosialisasi hasil program ini secara komprehensif. Dari program ini, diharapkan mampu membantu Pemerintah Desa Karangbale dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Karangbale secara adil dan merata.