Pendahuluan
Teknik industri mempelajari beberapa bidang disiplin ilmu yang mencakup industri atau perusahaan, di mana perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan berbagai ilmu terapan untuk mengelola operasinya. Banyak orang memilih untuk mempelajari teknik industri karena luasnya prospek kerja dan penerapan ilmu yang praktis. Banyak perusahaan membutuhkan ahli dalam pengembangan dan perancangan proses perusahaan. Perkembangan ilmu teknik industri dipengaruhi oleh era modernisasi global yang pesat (ITDA, 2022).
Industri 4.0 mengintegrasikan dunia online dan lini produksi di industri sebagai upaya transformasi menuju perbaikan, di mana semua proses produksi didukung oleh internet. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar, beberapa bidang yang harus dipersiapkan termasuk peningkatan otomatisasi, komunikasi machine-to-machine, komunikasi human-to-machine, AI, serta pengembangan teknologi berkelanjutan. Dalam perkembangan teknologi saat ini, kebutuhan dan permintaan akan barang dan jasa sangat tinggi. Produsen barang dan jasa mulai berinovasi dan bersaing untuk menjadi yang terbaik, baik dari kalangan UKM maupun pabrik besar (ITEBA, 2022).
Kompleksitas masalah yang dihadapi tidak hanya menawarkan peluang besar, tetapi juga memengaruhi perkembangan. Penyediaan barang dan jasa harus maksimal dalam peningkatan mutu dan kualitasnya. Untuk tujuan tersebut, seorang teknik industri dengan ilmu terapan yang berperan penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas industri diperlukan. Fokus tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada kelancaran proses dan aspek pendukung lainnya harus diperhatikan dengan baik (ITDA, 2022).
Pembahasan
Dalam pengelolaan perusahaan, baik berskala kecil maupun besar, teknik industri bertugas merancang sistem atau pengelolaan yang efektif, inovatif, dan efisien dengan menggunakan kreativitas dan kemampuan untuk menciptakan rancangan yang baik dan benar. Teknik industri harus mampu menerapkan aspek-aspek dan ilmu yang dipelajari dalam merancang sistem pengelolaan, tata letak pabrik, dan lain sebagainya dalam perancangan sebuah sistem atau pabrik. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk merancang sistem perusahaan agar manajemen perusahaan terstruktur dengan baik. Semua hal yang mempengaruhi perancangan harus diperhatikan dengan cermat untuk memaksimalkan sistem dan rancangan tersebut. Merancang sebuah sistem berarti mendukung proses agar berjalan dengan lancar dan efisien. Teknik industri tidak hanya merancang sistem, tetapi juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam rancangan sistem perusahaan, pabrik, atau pengelolaan manajemen pabrik, serta menciptakan solusi untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul (ITEBA, 2022).
Teknik industri bertanggung jawab untuk meningkatkan dan mengembangkan kemajuan serta daya saing suatu perusahaan dengan meningkatkan kualitas dan prosesnya. Perusahaan dapat mencapai perkembangan yang lebih baik dengan menganalisis berbagai aspek dan faktor yang memengaruhi prosesnya. Teknik industri harus mampu mengatasi masalah dan mengurangi risikonya sekecil mungkin. Peningkatan dan pengembangan ini dapat melibatkan manajemen, administrasi, pengelolaan pabrik, mesin, tenaga kerja, pemasaran, dan lain sebagainya. Semua ini didukung oleh pengetahuan teknik yang telah dipelajari, yang kemudian dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan perusahaan (ITDA, 2022).
Industri 4.0 secara signifikan memengaruhi bidang teknik industri di perusahaan. Salah satu dampak utamanya adalah peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi digital dan otomasi. Dengan konektivitas yang lebih luas melalui Internet of Things (IoT), perusahaan dapat secara real-time memantau dan mengoptimalkan sistem produksi, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi. Teknologi seperti big data dan kecerdasan buatan juga dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efektif. Selain itu, Industri 4.0 juga menimbulkan tantangan seperti keamanan siber, dampak sosial dan lingkungan, serta kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan dampak sosial dari adopsi teknologi ini dan bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan adopsi teknologi yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan (FTTM UNAIR, 2023).
Dalam bidang teknik industri, Industri 4.0 menghasilkan perubahan signifikan. Contoh konkretnya adalah pabrik pintar atau smart factory yang menggabungkan teknologi fisik dan cyber, serta mengintegrasikan sistem secara mendalam. Ini memungkinkan pengumpulan data produksi secara real-time dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif (FTTM UNAIR, 2023). Sehingga, perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk dan bersaing lebih baik di pasar global. Secara keseluruhan, Industri 4.0 memberikan dampak yang signifikan pada bidang teknik industri di perusahaan, termasuk peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta perubahan dalam metode produksi dan pengambilan keputusan. Namun, perusahaan juga harus mempertimbangkan tantangan dan dampak sosial yang terkait dengan adopsi teknologi ini (FTTM UNAIR, 2023).
Penulis : Callista Hasya Ramadhanti, Mahasiswa Universitas Airlangga, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, Prodi Teknik Industri.
Referensi
https://iteba. ac.id/blog/ruang-lingkup-teknik-industri/#:~:text=Peran%20Teknik%20Industri,kehidupan%20adalah%20meningkatkan%20produktivitas%20kerja.
https://ftmm. unair.ac.id/perkembangan-industri-4-0-antara-peluang-dan-tantangan/
https://ftmm. unair.ac.id/revolusi-industri-pada-penerapan-smart-factory-industri-manufaktur/
https://www.itda. ac.id/portal/blog/detail/495/mengenal-apa-itu-teknik-industri-dengan-prospek-kerja-cemerlang