Oleh: Abdullah Nawap Lukman
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
JurnalPost.com – Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya dalam satu generasi, masyarakat kita telah beralih dari kehidupan yang minim akses informasi menjadi era di mana segala sesuatu dapat diakses melalui perangkat digital. Namun, pertanyaannya adalah: bagaimana dampak dari kemajuan teknologi ini terhadap masyarakat kita?
1. Social Media Meningkatkan Gaya Hidup Masyarakat Indonesia kini sangat terpengaruh oleh media sosial, yang mendorong mereka untuk meningkatkan gaya hidup. Banyak yang terobsesi membeli barang-barang mewah dan gadget terbaru demi membangun citra di media sosial. Namun, fenomena ini sering berujung pada kesulitan finansial, dengan banyak orang terjebak dalam utang untuk memenuhi tuntutan gaya hidup yang tidak realistis. Tak jarang, remaja perempuan bahkan rela melakukan hal yang sangat merugikan demi mendapatkan smartphone terbaru, seolah-olah itu adalah kebutuhan primer.
2. Pinjaman Online Perkembangan teknologi yang cepat juga menciptakan peluang bagi bisnis pinjaman online (pinjol), yang kini marak di kalangan masyarakat. Meskipun pinjol menawarkan kemudahan akses, banyak orang, terutama generasi muda, terjebak dalam siklus utang yang sulit diatasi. Data menunjukkan bahwa Gen Z memiliki utang BNPL (Buy Now Pay Later) yang mencapai Rp 25,16 triliun pada semester I-2023. Ketidakmampuan masyarakat untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan membuat mereka terjerumus lebih dalam ke dalam utang yang tidak perlu.
3. Judi Online Alternatif cepat untuk mendapatkan uang, seperti judi online, juga semakin popular. Banyak yang berpikir bahwa judi bisa menjadi solusi untuk masalah keuangan mereka. Namun, mereka tidak menyadari bahwa judi online sering kali diatur sedemikian rupa sehingga peluang menang sangat kecil. Kecenderungan ini menunjukkan betapa rentannya masyarakat kita terhadap janji-janji cepat kaya, tanpa memahami konsekuensi yang menyertainya.
4. Ketidakpahaman terhadap Teknologi Masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak memahami teknologi dengan baik. Sementara banyak yang mengandalkan aplikasi dan platform digital, tidak sedikit yang tidak menyadari potensi risiko, seperti pencurian data dan penipuan online. Ketidakpahaman ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat mudah terjebak dalam praktik-praktik merugikan yang berkaitan dengan teknologi.
5. Kurangnya Pendidikan Digital Pendidikan tentang literasi digital di Indonesia masih sangat minim. Banyak orang dewasa, terutama di pedesaan, belum terpapar dengan pengetahuan yang cukup untuk menggunakan teknologi secara efektif dan aman. Ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan cepatnya perubahan teknologi. Tanpa pendidikan yang memadai, masyarakat kita hanya akan menjadi konsumen pasif yang rentan terhadap penipuan dan eksploitasi.
6. Perilaku Konsumtif yang Berlebihan Gaya hidup konsumtif yang dipicu oleh media sosial dan iklan digital telah menciptakan tekanan sosial yang membuat orang merasa perlu untuk selalu membeli barang baru. Hal ini tidak hanya berdampak pada keuangan individu, tetapi juga menciptakan budaya yang merugikan. Kita perlu mulai mengubah pola pikir ini agar bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan dan lebih menghargai nilai-nilai yang tidak terukur oleh barang material.
7. Krisis Identitas Ketika masyarakat terfokus pada penampilan dan status sosial yang dibangun di media sosial, identitas asli mereka semakin kabur. Banyak yang merasa harus berpura-pura hidup dalam kemewahan yang sebenarnya tidak mereka miliki. Fenomena ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, ketika realita tidak sesuai dengan apa yang mereka tampilkan di dunia maya.
8. Perluasan Kesenjangan Sosial Perkembangan teknologi yang tidak merata menyebabkan kesenjangan sosial yang semakin besar. Sementara sebagian masyarakat bisa menikmati kemajuan teknologi, banyak yang masih terjebak dalam keterbatasan akses dan pengetahuan. Ini menciptakan jurang antara mereka yang mampu beradaptasi dengan teknologi dan yang tidak, sehingga mengancam kestabilan sosial di Indonesia.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat Indonesia harus mulai merenungkan dan mengevaluasi bagaimana mereka berinteraksi dengan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Tanpa perubahan pola pikir dan peningkatan literasi digital, kita akan terus terjebak dalam siklus ketidakpahaman dan kerugian yang bisa dihindari.