
JurnalPost.com – Salah satu masalah kesehatan yang banyak mengintai anak-anak pada saat proses tumbuh dan berkembang adalah stunting. Stunting merupakan kondisi ketika anak-anak memiliki hambatan pada pertumbuhan dan tidak berkembang sesuai dengan dengan usianya. Stunting umumnya terjadi karena kurangnya asupan penting seperti protein hewani dan nabati.
Melalui studi status gizi Indonesia (SSGI) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa prevelensi balita yang mengalami stuting pada tahun 2022 sebesar 21,6 %. Provinsi Sumatera Barat mencapai angka prevelensi sebesar 8,8% dengan total 7.028 anak sangat pendek dan 27.742 pendek dari 392.475 jumlah balita seluruhnya. Sedangkan Kabupaten Solok Selatan memiliki 185 anak sangat pendek dengan total prevelensi 8.4%. nagari Lubuk Gadang Utara menunjukkan angka prevalensi yang cukup rendah dengan angka 1.8 % dengan 4 anak terindikasi pendek.
Berdasaran hal tersebut diketahui bahwa nagari Lubuk Gadang Utara berupaya mencegah kejadian stunting yang dibuktikan dengan tidak adanya anak dengan kejadian stunting di nagari tersebut. Maka dari itu Mahasiswa KKN PPM Universitas Andalas berupaya untuk membantu mengatasi dan mencegah permasalahan stunting yang menjadi tugas utama dari kegiatan KKN yang diminta langsung oleh Gubernur Sumatera Barat.
Mahasiswa KKN Unand bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Solok Selatan dalam mencegah hal tersebut. Kegiatan Cegah Stunting ini diawali dengan melakukan diskusi bersama Dinas Kesehatan Solok Selatan yang disepakati akan mengangkat materi mengenai pengenalan stunting dan “Isi Piringku” yang diharapkan dengan adanya hal ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai stunting sehingga dapat mencegah adanya kejadian stunting sejak dini di Nagari Lubuk Gadang Utara.

Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada hari Kamis, 10 Agustus 2023 di Musholla Qadiyurrahman Jorong Sampu yang dihadiri oleh sasaran, yaitu kader, ibu bayi dan balita. Penyuluhan berupa edukasi yang dimulai dari pengenalan stunting, dampak, ciri-ciri stunting, cara mencegah stunting yang diikuti materi mengenai “Isi Piringku” untuk mencegah kejadian stunting melalui pemenuhan gizi yang seimbang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sasaran dapat bertambah pemahamannya mengenai stunting dan dapat memantau pertumbuhan perkembangan anak terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) yang dapat mencegah bertambahnya kejadian stunting di masa yang akan datang khususnya di Nagari Lubuk Gadang Utara.
Penulis : Hanifa Eka Putri-Kesehatan Masyarakat-Universitas Andalas