Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Cegah Stunting Dengan Sosialisasi Anemia Bersama PMM UMM Kelompok 104 Di Desa Pagelaran

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 28 Agustus 2024

JurnalPost.com – Pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kegiatan sosialisasi mengenai anemia di Desa Pagelaran, Kabupaten Malang dalam rangka memenuhi tugas mengabdi kepada masyarakat. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program KKN yang dibentuk oleh Universitas Muhammadiyah Malang sebagai wadah kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, PMM kelompok 104 gelombang 6 melakukan sosialisasi anemia yang bertujuan memberikan edukasi, pengetahuan, serta memberikan kesadaran kepada masyarakat RT 17 RW 02, Dusun Krajan, Desa Pagelaran, Kabupaten Malang.

Anemia saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup tinggi dijumpai. Menurut Kementrian Kesehatan RI 2024 remaja terutama remaja putri yang mengalami masalah gizi seperti anemia defisiensi zat besi, maka berisiko melahirkan anak stunting. Sebanyak 32% remaja usia 15-24 tahun di Indonesia mengalami anemia. Selain itu Word Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini, dimana kelompok yang beresiko tinggi anemia adalah wanita usia subur, ibu hamil, anak usia sekolah dan remaja.

Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi dalam tubuh. Rendahnya kadar hemoglobin dalam tubuh menyebabkan terganggunya suplai oksigen dan juga nutrisi ke seluruh tubuh. Hal ini jelas berbahaya bagi tubuh karena dapat menganggu keseimbangan tubuh. Tubuh yang kekurangan suplai oksigen akan menghambat kerja sel tubuh sehingga tubuh akan terasa lemas. Gejala yang sering dikenal adalah 5L yaitu lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai. Selain itu penderita anemia juga akan merasa pusing dan sesak akibat dari kurangnya suplai oksigen tersebut.

Dalam sosialisasi ini PMM Kelompok 104 mengundang seluruh warga RT 17, Dusun Krajan, Desa Pagelaran khususnya para ibu dan remaja putri. Hal ini berkaitan dengan tingginya risiko mengalami anemia yang disebabkan karena wanita mengalami menstruasi setiap bulan. Menstruasi yang lama dan berlebihan dapat menyebabkan kadar zat besi menjadi rendah. Jika kadar tersebut berkurang maka pasokan sel darah merah juga ikut menurun.

Dengan mencegah anemia berarti juga menyelamatkan bayi dari mengalami stunting yang disebabkan kondisi ibu hamil yang kurang gizi atau anemia sejak masa remaja. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa sel darah merah juga bertugas mensuplai nutrisi ke seluruh tubuh dan bayi apabila seseorang tersebut sedang hamil. Maka dari itu menjadi perhatian yang penting bagi para ibu dan remaja putri karena dapat menganggu keimbangan tubuh dan juga tumbuh kembang bayi.

Sebagai upaya pencegahan, PMM kelompok 104 gelombang 6 ingin masyarakat Desa Pagelaran mendapatkan pengetahuan dasar mengenai anemia seperti gejala, penyebab, dan cara mencegah anemia. Meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi seperti hati ayam, daging merah, kacang-kacangan, sayuran hijau, telur, dan masih banyak lagi. Selain itu yang tidak kalah penting adalah mengonsumi tablet tambah darah (TTD) secara rutin.

Tablet tambah darah (TTD) merupakan vitamin yang mengandung micronutrient zat besi dan asam folat yang bermanfaat dalam pembentukan hemoglobin ditubuh sehingga dapat membantu mengatasi anemia saat menstruasi, hamil, menyusui, masa pertumbuhan, dan setelah mengalami pendarahan. Selain itu TTD aman dikonsumsi dalam jangka anjang karena apabila tubuh kelebihan zat besi dan asam folat, maka akan dikeluarkan melalui feses. Penyerapan zat besi juga dibantu dengan vitamin C, sehingga konsumsi TTD dianjurkan bersamaan dengan konsumsi makanan dan minuman tinggi vitamin C. TTD tidak dianjurkan dikonumsi bersamaan dengan inhibitor (penghambat) zat besi seperti : teh, kopi, dan susu.

Diakhir kegiatan sosialisasi, PMM Kelompok 104 gelombang 6 juga membagikan tablet tambah darah kepada peserta sosialisasi sebagai bentuk mendukung adanya program penanganan anemia. Tablet tambah darah dapat dikonsumi (satu) tablet per minggu dan pada masa haid dapat dikonsumsi 1 (satu) tablet per hari selama 10 (sepuluh) hari. Selain itu, PMM kelompok 104 juga memberikan pamphlet mengenai anemia yang dibagikan kepada seluruh partisipan sosialisasi tersebut.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/cegah-stunting-dengan-sosialisasi-anemia-bersama-pmm-umm-kelompok-104-di-desa-pagelaran/16755/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 14:04.