Malang, JurnalPost.com – Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan pembentukan karakter pada anak-anak maka Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan program kerja pengenalan lagu daerah. Program kerja pengenalan lagu daerah ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan rasa nasionalisme anak-anak serta mempertahankan budaya khas Indonesia.
Melalui koordinator kelompok PMM 32 UMM, Maria Fatma Trianingsih mengungkapkan bahwa PMM 32 UMM ini selain dirinya juga beranggotakan empat mahasiswa lainnya yang berasal dari jurusan yang sama yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia. Keempat anggota tersebut yakni Adelia Rahmawati, Pratita Della Cahyani, Garin Ramadhan, dan Muhammad Khalip. Mereka dalam bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setiya Yunus Saputra, M.Pd.
RA Muslimat NU 27 Sumbesari dipilih menjadi lokasi mitra Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa kelompok 32. Pemilihan lokasi tersebut dikarenakan dekat dengan rumah salah satu anggota, mayoritas anak-anak di lingkungan tersebut juga bersekolah di RA Muslimat NU 27. Menurut koordinator kelompok PMM 32 anak-anak RA Muslimat NU 27 lebih sering menyanyikan lagu dewasa di kesehariannya, hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih mengenal lagu orang dewasa daripada lagu anak-anak ataupun lagu daerah. Inilah yang melatarbelakangi pemilihan lokasi Pengadian Masyarakat oleh Mahasiswa kelompok PMM 32.
Kemajuan teknologi yang cukup pesat ini turut mendorong munculnya lagu-lagu modern, tentunya ini berdampak pada keberadaan lagu-lagu daerah yang sedikit demi sedikit mulai dikesampingkan lalu dilupakan. Merebaknya lagu-lagu modern sampai ke kalangan anak-anak, sangat memprihatinkan tentunya bagi generasi penerus bangsa yang justru lebih mengenal lagu-lagu modern daripada lagu daerah. Dengan perkembangan intenet yang semakin meluas, anak-anak dapat lebih mudah mengakses lagu-lagu dari perangkat yang dimiliki seperti handphone. Lagu yang mereka dengar pun tak jarang adalah lagu-lagu yang bertemakan percintaan, bahkan ada lagu-lagu yang liriknya mengandung makna negatif yang sangat tidak cocok didengarkan oleh anak-anak.

Idealnya anak-anak dapat menikmati lagu sesuai dengan usia mereka seperti lagu-lagu daerah karena makna yang terkandung di dalam setiap liriknya dapat membantu anak memahami dan menerapkan pesan yang terkandung didalamnya, misalnya mengenal arti kerjasama, arti keagamaan, arti kepedulian, arti dari kepatuhan dan sopan santun, serta kedisiplinan. Aspek karakter tersebut terkandung dalam setiap lagu daerah.
Menurut Maria Fatma, dalam rangka menumbuhkan kembali aspek karakter dalam diri anak-anak maka salah satu solusinya adalah dengan menyanyikan lagu daerah. Dengan lagu daerah anak-anak dapat melakukan aktivtas yang disukai seperti menyanyi, sekaligus mereka akan menghafal lagu-lagu daerah tersebut. Kondisi seperti inilah yang diharapkan oleh kelompok PMM 32, membangkitkan rasa nasionalisme serta menumbuhkan karakter pada anak-anak.
Dalam program kerja ini kelompok PMM 32 memanfaatkan handphone dan speaker sebagai media pengenalan lagu daerah. Dalam praktiknya lagu-lagu daerah tersebut dinyanyikan sambil disertai gerakan-gerakan ringan agar tidak membosankan. Anak-anak RA Muslimat NU 27 terlihat antusias bernyanyi mengikuti alunan lagu sambil menggerakkan anggota badannya.
Terdapat beberapa lagu daerah yang dipilih oleh kelompok PMM 32 untuk dinyanyikan bersama anak-anak RA Muslimat NU 27, diantaranya yaitu Burung Kakak Tua yang berasal dari Provinsi Maluku, selanjutnya ada lagu Potong Bebek Angsa dan Anak Kambing Saya yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan yang terakhir lagu Kodok Ngorek berasal dari Provinsi Jawa Tengah. Keempat lagu daerah tersebut memiliki maknanya masing-masing yang tentunya bermanfaat untuk anak-anak.
Lagu Potong Bebek Angsa merupakan lagu ajakan untuk menari atau berdansa bersama orang yang disayang, seperti orang tua, kakak, adik, ataupun sahabat. Lagu ini dapat memperkuat bonding anak dengan orang tua, ketika menyanyi dan menari bersama bisa dippastikan bonding dengan anakpun lebih mudah tercipta. Begitu juga dengan lagu Anak Kambing Saya yang menceritakan tentang hubungan orang tua dan anak.
Kemudian lagu Burung Kakak Tua bercerita tentang binatang piaraan yang berupa burung kakak tua, ini sekaligus mengenalkan jenis burung kakak tua kepada anak-anak. dan terakhir lagu Kodok Ngorek, tembang dolanan ini dimaksudkan untuk menyampaikan nasihat kepada siapapun yang menyanyikannya, khususnya anak-anak. Saat tumbuh besar, janganlah menjadi anak nakal, sebab akan diberi jamu pahit, jamu pahit disini maksudnya adalah hukuman yang akan memberikan efek jera. Berbeda ketika bertumbuh menjadi anak yang rajin dan tidak nakal, tentu bisa meraih cita-cita yang diimpikan.
Pengenalan lagu-lagu daerah selain untuk meningkatkan rasa nasionalisme juga dapat membangun karakter pada diri ini. Dengan mendengarkan dan menyanyikan lagu daerah secara berulang maka kemampuan kognitif pada anak akan meningkat, terlebih ketika mereka bernyanyi dalam keadaan senang, kemampuan otak untuk menyerap dan menyimpan informasi khususnya lirik-lirik lagu daerah akan lebih maksimal. Lirik-lirik tersebut juga mengandung kata-kata yang mudah didengar dan diresapi oleh anak-anak, sehingga kosakata mereka akan bertambah.
Kepala Sekolah RA Muslimat NU 27, Nur Choisiyah menambahkan program pengenalan lagu daerah ini juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas anak-anak RA Muslimat NU 27, ekspresi dan rasa pecaya diri yang ditunjukkan pada saat bernyanyi bisa menjadi modal penting saat memasuki usia dewasa dimana rasa percaya diri dan kreativitas akan terus berkembang seiring bertambahnya pengetahuan mengenai lagu daerah. Tidak hanya itu lagu daerah juga bisa digunakan sebagai media belajar membaca, menulis, dan berhitung. Kita bisa mengajak anak-anak untuk bernyanyi sambil berhitung.
Bertempat di RA Muslimat NU 27 Sumbersari, Nur Choisiyah menyampaikan ucapan terimakasih atas program pengenalan lagu daerah yang telah diselenggarakan oleh kelompok PMM 32 UMM. “Terimakasih kepada teman-teman PMM 32 UMM yang telah menggagas program pengenalan lagu daerah, program ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak RA Muslimat NU 27. Harapan saya untuk kedepannya semoga anak-anak tetap mau berlatih mengenal lagu daerah di dalam maupun di luar sekolah.