Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Cantik tapi Berbahaya: Upaya Deteksi Rhodamin B melalui Analisis Pangan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 17 Juni 2025
Sumber: https://www.shutterstock.com/id/

JurnalPost.com – Dalam industri pangan, warna dari suatu produk merupakan salah satu aspek penting yang dipertimbangkan konsumen dalam menilai kualitas suatu produk makanan atau minuman. Penambahan pewarna pada produk pangan bertujuan untuk menciptakan tampilan yang menarik dan sesuai dengan preferensi konsumen. Namun, tidak semua pewarna aman untuk dikonsumsi. Salah satu zat berbahaya yang masih ditemukan secara ilegal dalam makanan adalah Rhodamin B. Menurut Saputri et al. (2018), Rhodamin B merupakan pewarna yang dipakai untuk industri cat, tekstil dan kertas. Rhodamin B merupakan zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan, dan berbentuk larutan berwarna merah terang berpendar (berfluoresensi).

Pewarna sintetis Rhodamin B, seharusnya hanya digunakan untuk industri tekstil, bukan untuk produk makanan. Meski dilarang penggunaannya dalam makanan, praktik penggunaan Rhodamin B masih dijumpai pada produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran. Bahaya Rhodamin B bagi Kesehatan, yaitu dapat mengiritasi saluran pernapasan, kulit, pencernaan, dan dapat menyebabkan kerusakan hati jika terlalu banyak dikonsumsi karena zat pewarna ini bersifat karsinogenik (Surati, 2015). Warna merah terang yang dihasilkannya memang menarik, tetapi efeknya terhadap kesehatan sangat berbahaya. Di sinilah analisis pangan berperan penting sebagai pendeteksi keberadaan Rhodamin B secara ilmiah dan akurat.

Analisis kadar Rhodamin B dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode analisis. Menurut Permatahati dan Yanti (2021), metode yang dapat digunakan yaitu Kromotografi Lapis Tipis (KLT), Kromotografi Kertas, dan Spektrofotometri UV-Vis.

• Analisis Metode Kromatografi Lapis Tipis: pemisahan senyawa berdasarkan adsorpsi dan koefisien partisi. Memisahkan campuran senyawa berdasarkan adsorpsi dan koefisien partisi dalam sampel, Rhodamin B akan menunjukkan bercak berwarna saat diamati dengan sinar UV (Samosir et al. 2018).

• Analisis Metode Kromatografi Kertas: Ekstrak sampel ditotolkan pada kertas kromatografi, lalu dielusi dalam bejana sampai tanda batas, Kemudian kertas didiamkan hingga muncul noda berwarna, yang kemudian dibandingkan dengan RF (Retardation Factor) sampel dan standar (Asrina dan Tombang, 2018).

• Analisis metode Spektrofotometri UV-Vis: Penetapan kadar rhodamine B dalam suatu sampel, ditetapkan pada Panjang gelombang maksimum 500-600 nm (Chadijah et al., 2021).

Maka dari itu, analisis pangan memiliki peran yang penting dalam melindungi kesehatan masyarakat dengan mendeteksi zat berbahaya seperti Rhodamin B, pewarna ilegal yang digunakan demi tampilan menarik. Penggunaan beberapa metode analisis pangan, memungkinkan kita mengidentifikasi dan mencegah peredaran makanan yang membahayakan. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk lebih kritis terhadap keamanan pangan harus terus ditumbuhkan.

Agni Qisty Aulia
Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DAFTAR PUSTAKA
Asrina, R., dan Tombang, G. 2018. Identifikasi Rhodamin B Pada Arum Manis Yang Dijual Di Sd Inpres Pai 2 Makassar Secara Kromatografi Kertas (Paper Chromatography). Jurnal Farmasi Sandi Karsa. Vol. 4(6): 10-14.
Chadijah, S., Ningsih, S., Zahra, U., Adawiah, S. R., dan Novianty, I. 2021. Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami Dari Biji Buah Pinang (Areca Catechu L.) Sebagai Bahan Pengganti Pewarna Sintetik Pada Produk Minuman. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia. Vol. 7(2): 137-145.
Permatahati, D. M., dan Yanti, L. P. D. 2020. Metode Identifikasi Rhodamine B pada Makanan dan Kosmetik. Bima Nursing Journal. Vol. 2(1): 62-69.
Samosir, A. S., Bialangi, N., dan Iyabu, H. 2018. Analisis Kandungan Rhodamin B pada Saos Tomat yang Beredar di Pasar Sentral Kota Gorontalo dengan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Jambura Journal of Educational Chemistry. Vol. 13(1): 45-49.
Saputri, F. A., dan Irinda, B. P. 2018. Review: Analisis Rhodamin B Dalam Makanan. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia. Vol. 7(1): 50-58.
Surati, S. 2015. Bahaya Zat Aditif Rhodamin B Pada Makanan. BIOSEL (Biology Science and Education): Jurnal Penelitian Science dan Pendidikan. Vol. 4(1): 22-28.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/cantik-tapi-berbahaya-upaya-deteksi-rhodamin-b-melalui-analisis-pangan/19145/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 07:36.