
PACET, MOJOKERTO, JurnalPost.com – Inovasi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan mulai berkembang di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, melalui kegiatan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan sistem self harvesting. Program ini dinilai mampu menjadi solusi alternatif dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan budidaya maggot BSF tersebut berlokasi di Dusun Watutumang RT 01 RW 01 Desa Candiwatu, dengan menggandeng Pak Yudi Iswantoro sebagai mitra utama. Pak Yudi, yang merupakan warga setempat, menjadi pelaku langsung dalam pengelolaan dan pengembangan budidaya maggot BSF berbasis rumah tangga.
Maggot BSF dikenal sebagai larva yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengurai sampah organik, seperti sisa makanan rumah tangga, limbah dapur, dan bahan organik lainnya. Dalam praktiknya, maggot mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Hal inilah yang menjadi dasar pengembangan budidaya maggot BSF di Desa Candiwatu.
Keunggulan utama dari kegiatan ini terletak pada penerapan sistem self harvesting, yaitu metode panen otomatis yang memanfaatkan perilaku alami maggot. Pada fase tertentu, maggot yang siap panen akan bergerak sendiri menuju jalur penampungan tanpa perlu dipanen secara manual. Sistem ini dinilai lebih efisien, hemat tenaga, serta mampu menjaga kualitas hasil panen.
Menurut Pak Yudi Iswantoro, sistem self harvesting sangat membantu dalam proses budidaya. “Dengan metode ini, proses panen menjadi lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga. Selain itu, maggot yang dihasilkan lebih bersih dan siap dimanfaatkan,” ujarnya.

Hasil budidaya maggot BSF dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bernilai protein tinggi untuk ternak ikan, unggas, maupun hewan ternak lainnya. Selain digunakan sendiri, maggot juga memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga desa.
Selain manfaat ekonomi, budidaya maggot BSF juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan berkurangnya sampah organik yang dibuang, kebersihan lingkungan desa dapat lebih terjaga. Budidaya ini juga relatif ramah lingkungan karena tidak menimbulkan bau menyengat apabila dikelola sesuai dengan prosedur yang benar.
Masyarakat sekitar Dusun Watutumang menyambut baik kegiatan budidaya maggot BSF ini. Warga menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah sekaligus membuka wawasan tentang potensi usaha berbasis lingkungan yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga.
Ke depan, budidaya maggot BSF dengan sistem self harvesting di Desa Candiwatu diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi oleh warga lainnya. Dengan dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan desa, kegiatan ini berpotensi menjadi salah satu program unggulan desa dalam pengelolaan sampah organik dan penguatan ekonomi lokal.
Oleh : Princeton Andrew Brigthly Masrikat