Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Budaya Tradisional daerah Isan di Thailand tetap dilestarikan Masyarakat

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 20 Desember 2023

JurnalPost.com – Budaya dan keanekaragaman tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Sejak dulu, budaya dan perilaku sosial telah tumbuh berkembang mengikuti perkembangan jaman. Namun, tentu saja terdapat budaya-budaya yang masih dilestarikan dan tetap hidup di masyarakat sampai saat ini.

Thailand menjadi negara yang terus mempertahankan kultur dan keanekaragaman di masyarakatnya. Sebagai negara yang berada di Asia Tenggara, sama halnya seperti Indonesia, Thailand memiliki budaya-budaya otentik yang terus hidup di lingkungan sosial. Negara Gajah Putih ini sering melakukan perlehatan adat tradisional dan upacara-upacara adat sebagai upaya terus menghidupkan budaya tersebut. Negara yang beragama mayoritas budha ini memiliki 76 daerah provinsi yang termajinalisasi sebagai daerah utara, utara-timur, selatan, barat, timur dan Tengah.

Isan merupakan sebutan bagi daerah timur-utara Thailand. Isan merupakan bagian daerah yang berbatasan langsung dengan Laos. Pertumbuhan budaya dan kehidupan sosial di sini terbilang sedikit berbeda dengan daerah lain. Banyak budaya-budaya serta adat tradisional yang masih hidup dan dilestarikan semua kalangan yang ada di daerah Isan. Salah satu provinsinya adalah Khon Kaen, provinsi terbesar keempat Thailand. Provinsi ini memiliki banyak sekali perhelatan budaya-budaya tradisional dari sekala yang terkecil hingga pehelatan skala internasional.

1. Loy Krathong
Festival adat ini merupakan adat yang mencampurkan keperacayaan Hindu dan Budha sebagai perayaan untuk menghormati Dewa Air (disebut sebagai Pra Mae Khongkha). Loy (mengapung) Krathong (perahu/wadah) merupakan arti dari nama adat ini. Penghormatan yang dimaksudkan adalah atas kedermawanan atas diberikannya nikmat air dan meminta maaf atas pencemaran air. Sekarang pun, Loy Krathong dimaksudkan sebagai jalan untuk menghapus energi negatif yang terkumpul setahun kebelakang dan menyambut Nasib baik di tahun yang akan datang.

2. Sithan Festival
Masih berkaitan dengan budaya di atas, Sithan Festival merupakan perayaan yang dilaksanakan teruntuk Universitas Khon Kaen. Festival ini merupakan acara adat yang diadakan tiap tahun untuk merayakan serta melestarikan budaya terutama regional Isan. Kegiatan yang diadakan pun beragam mulai pesembahan kepada biksu, penampilan lagu tradisional. Karnaval, penampilan wayang, pameran seni dan banyak lainnya.

3. Khon Kaen Silk Festival
Festival ini merupakan acara yang diadakan selama 10 hari tiap tahunnya dari akhir November hingga awal Desember. Pertama kali diadakan pada tahun 1980 dengan nama acara “Silk and Phuk Seow Festival”. Khon Kaen sendiri merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil kerajinan kain terbaik di Thailand sehingga memberikan Thailand tajuk “pusast industri sutera”. Fokus dari acara ini adalah untuk memperkenalkan sutera Thailand serta hasil-hasil kerajinannya. Namun tidak hanya itu, terdapat acara-acara lain yang menarik seperti pameran kain, produk serta kerajinan lokal maupul luar Thailand. Lebihnya lagi, banyak pengrajin-pengrajin yang berasal dari luar Thailand juga turut berpartisipasi dalam acara ini dalam sesi akademisi. Salah satunya adalah produk kerajinan dari Indonesia Bernama Rumah Rakuji yang berkesempatan untuk memperkenalkan bahan kerajinan dari bemban. Pertukaran akademik ini bertujuan untuk memberikan dampak baik bagi SDGs beriringan dengan memperkenalkan produk kerjajinan tradisional

Penulis : Bagus Mahardika
Organisasi: Universitas Mulawarman

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/budaya-tradisional-daerah-isan-di-thailand-tetap-dilestarikan-masyarakat/9537/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 15:44.