
JurnalPost.com, Gesi (05/08/2023) – Gesi, sebuah desa yang terletak di sebelah timur laut Ibu Kota Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berjuang mengatasi permasalahan penyediaan air bersih. Salah satu permasalahannya adalah kerugian yang terus dialami oleh Balai Penyedia Air Minum (BPAM) milik desa. Penyebab utama dari kerugian ini adalah pendapatan dari sumur bor yang terletak di Kebayanan Ngrandu tidak mampu menutupi biaya operasional akibat jumlah konsumen yang sangat terbatas.
Pendapatan dari sumur bor di Kebayanan Ngrandu telah menjadi isu yang meruncing dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, hanya ada tiga rumah yang menjadi konsumen dari sumur bor tersebut. Sehingga pendapatan yang dihasilkan jauh dari kata mencukupi biaya operasionalnya. Dampaknya sangat terasa bagi desa, di mana desa harus nombok setiap bulannya dengan nominal yang tidak sedikit. Sebuah upaya harus diambil untuk mengatasi masalah ini dengan cara yang berkelanjutan dan memadai.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II Undip yang Tengah mengabdi di Desa Gesi telah merumuskan sebuah Rencana Kerja Masyarakat (RKM) yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan ini. RKM ini melibatkan langkah-langkah strategis yang diharapkan dapat mengembalikan kestabilan keuangan BPAM milik desa, serta memastikan pasokan air yang lancar bagi Masyarakat.
1. Penutupan sumur bor di Kebayanan Ngrandu
Langkah pertama yang diambil adalah menutup secara permanen sumur bor di Kebayanan Ngrandu. Meskipun langkah ini mungkin terlihat drastis, namun dengan hanya tiga rumah yang menjadi konsumen, sumur bor ini tidak dapat berjalan seraca ekonomis. Penutupan ini akan menghentikan pengeluaran operasional yang tak terkendali.
2. Memasok air langsung dari sumur bor di Watu Agung
Agar air tetap terjamin bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sumur bor di Kebayanan Ngrandu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II Undip mengusulkan untuk menyalurkan aliran air secara langsung dari sumur bor di Watu Agung ke tiga rumah yang terdampak. Langkah ini akan memastikan bahwa kebutuhan air tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kestabilan keuangan BPAM milik desa.

Pelaksanaan RKM ini akan membutuhkan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah desa. Pemerintah desa diharapkan akan mendukung dan memfasilitasi peralihan pasokan air dari sumur bor di Kebayanan Ngrandu, ke sumur bor di Watu Agung. Masyarakat diharapkan juga dapat berpartisipasi dalam menjaga kelangsungan pasokan air.
Dampak yang diharapkan dari implementasi RKM ini adalah pemulihan keungan BPAM milik desa yang berkelanjutan, serta kepastian pasokan air yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penulis : Ilham Alamsyah – Matematika (FSM Undip)
DPL : Oktavianto Eko Jati, S.Pi., M.Si.
Lokasi KKN : Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah