Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

BNN Bongkar Pabrik Narkotika Sintetis di Tangerang: Ancaman Baru Peredaran MDMB-4en-Pinaca dan UpayaKolaboratif Penanggulangannya

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 10 Januari 2026

JurnalPost.com, Tangerang, Banten — Badan Narkotika Nasional(BNN) kembali mencatat keberhasilan signifikan dalam perangmelawan narkotika dengan membongkar sebuah clandestine laboratory atau pabrik narkotika sintetis jenis MDMB-4en-Pinaca di salah satu rumah hunian di Tangerang. Penggerebekanyang dilakukan pada Jumat, 9 Januari 2026, berujung padapenangkapan tiga tersangka dengan peran berbeda — mulai darikoki produksi hingga kurir distribusi.(detiknews)

Dalam keterangannya, BNN menyampaikan bahwapengungkapan ini merupakan hasil dari kerja tim gabunganDirektorat Psikotropika dan Prekursor (P2), Direktorat Intelijen, dan Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN, yang dikombinasikan dengan informasi penting dari masyarakat. Kolaborasi internal di dalam institusi BNN secara signifikanmemperkuat proses penyelidikan yang memakan waktu sekitardua bulan sebelum lokasi produksi berhasil diidentifikasi.(detiknews)

Ancaman MDMB-4en-Pinaca: Narkotika SintetisBerbahaya
MDMB-4en-Pinaca adalah senyawa sintetis yang sering kali digunakan sebagai bahan utama dalam produk synthetic cannabinoids atau yang dikenal dengan tembakau sintetis. Senyawa ini memiliki dampak kesehatan yang serius dan seringdisalahgunakan sebagai alternatif narkotika yang lebih mudahdiproduksi dan didistribusikan. Masuknya narkotika sintetis kelingkup kriminal Indonesia menambah kompleksitas perangmelawan obat terlarang yang selama ini sudah menghadapiberbagai jenis zat terlarang.(detiknews)

Dalam operasi ini, petugas menyita sebanyak 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram dalam bentuk padatan, danberbagai bahan kimia serta peralatan laboratorium yang digunakan untuk produksi. Ketiga tersangka — ZD (produsen/“koki”), FH (tester hasil produksi), dan Fir (kurir) — kini dijeratdengan pasal pidana yang diatur dalam Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2026 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjaradan denda hingga Rp500 juta.(detiknews)

Strategi Kolaborasi: Kunci KeberhasilanPenanggulangan
Kasus ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasiantarlembaga dan juga peran masyarakat luas. Operasigabungan BNN yang melibatkan berbagai unit dalam tubuhnyamerupakan contoh kerjasama horizontal di tingkat internal lembaga penegak hukum. Selain itu, dukungan informasi darimasyarakat adalah bentuk kolaborasi masyarakat sipil yang menjadi elemen penting dalam triad pentahelix atau keterlibatansemua pemangku kepentingan dalam memerangi narkotika.

Pentahelix dalam konteks ini melibatkan setidaknya lima elemen:

  1. Pemerintah/penegak hukum(BNN) yang bertindaksebagai executor,
  2. Akademisi dan pakar kesehatan masyarakatyang dapatmemberikan data ilmiah dan konsekuensi kesehatanpenggunaan MDMB-4en-Pinaca,
  3. Industri teknologi dan komunikasimelalui penyampaianinformasi oleh masyarakat dan pemantauan transaksi daring yang jadi jalur bahan prekursor,
  4. Komunitas/masyarakat sipil, yang memberikan insightlapangan dan menerima edukasi,
  5. Media massa dan pendidikan, yang ikut menyebarkaninformasi dan advokasi pencegahan penyalahgunaannarkoba.

Kolaborasi serupa telah dibuktikan dalam berbagai operasi BNN lainnya termasuk kerja bersama dengan Bea dan Cukai, Imigrasi, dan aparat kepolisian yang lebih luas dalam rangkamengungkap jaringan peredaran narkotika. Contoh nyata ialahoperasi gabungan yang berhasil mengungkap jaringanpenyelundupan serta memutus sumber distribusi narkotika di berbagai daerah.(BNN)

Tantangan Besar yang Menghadang
Meskipun keberhasilan penggerebekan ini patut diapresiasi, fenomena MDMB-4en-Pinaca dan narkotika sintetis lainnyamenunjukkan bahwa jaringan peredaran barang terlarang terusberevolusi. Di Indonesia sendiri, data terbaru menunjukkanbahwa jumlah penyalahguna narkotika diperkirakan mencapaijutaan orang, menjadikan masalah ini tidak hanya soal hukumtetapi juga kesehatan masyarakat dan isu kemanusiaan yang kompleks.(INP | Indonesian National Police)

Rekomendasi Strategis
Berdasarkan analisis atas pengungkapan ini dan tantangan yang terus berkembang, berikut beberapa rekomendasi untukpenanganan masalah narkotika sintetis:

  1. Perluasan Kolaborasi Lintas Sektor (Holistik Pentahelix)
    Penanggulangan narkotika harus melibatkan sektorpendidikan, kesehatan, hukum, masyarakat, dan teknologisecara simultan. Edukasi tentang bahaya narkotika sintetisperlu diperkuat di sekolah, komunitas, dan media massauntuk mengurangi permintaan dari pengguna.
  2. Penguatan Regulasi dan Pemantauan Transaksi Daring
    Karena bahan bahan prekursor narkotika diperoleh melaluionline, diperlukan kerjasama dengan industri teknologi danpenyedia platform untuk memantau dan menutup celahperdagangan bahan kimia ilegal.
  3. Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga SwadayaMasyarakat (LSM)
    Masyarakat lokal dan LSM perlu dilatih untuk menjadimata dan telinga yang peka terhadap praktik produksiilegal, sehingga informasi awal bisa cepat disampaikanpada aparat penegak hukum.
  4. Sinergi Intelijen dan Teknologi Forensik
    Penggunaan teknologi data besar (big data), AI untukdeteksi pola transaksi, serta kemampuan forensik modern harus diperkuat agar penyelidikan dan penyidikan lebihcepat serta tuntas.
  5. Program Rehabilitasi dan Pencegahan
    Perang terhadap narkotika harus seimbang antarapenindakan dan rehabilitasi. Pendekatan kemanusiaan perludiperkuat agar pengguna bukan semata pelaku kriminal, tetapi juga korban yang perlu pemulihan.

Akhir Kata
Penggerebekan pabrik MDMB-4en-Pinaca di Tangerang bukanhanya sekadar keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga panggilan bagi semua elemen bangsa untuk memperkuatkolaborasi. Ketika pemerintah, masyarakat, dan lembagaswadaya bekerja bersama, peluang untuk memutus rantaiperedaran narkotika sintetis menjadi lebih besar — sekaligusmenjaga generasi masa depan dari ancaman besar ini.

Biodata
Nama  : ERIKA ARIYANANDA PUTRI
Email : [email protected]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/bnn-bongkar-pabrik-narkotika-sintetis-di-tangerang-ancaman-baru-peredaran-mdmb-4en-pinaca-dan-upayakolaboratif-penanggulangannya/22769/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 08:41.