Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

BERAWAL DARI “KAK, DIA SAMPAI TIDAK MAU SEKOLAH”, MAHASISWI KKN LAKSANAKAN PROGRAM PSIKOEDUKASI: ANTI BULLY DI SD N 01 BANJARSARI

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 11 Agustus 2023

JurnalPost.com – Desa Banjarsari (26/07/2023) – Perundungan atau yang biasa disebut dengan bully merupakan tidakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal yang ditujukan kepada orang lain selama berulang – ulang. Kejahatan ini dapat menyerang kesehatan mental dan fisik seseorang. Kasus bully tidak memandang usia, dan beresiko terjadi di berbagai lokasi sosial termasuk sekolah.

Di Indonesia sendiri selama bulan Januari hingga Mei 2023, setidaknya ada 12 kasus bully yang terjadi di sekolah. Setelah melewati masa survey, mahasiswa mendapat informasi dari anak – anak dari lingkungan sekitar bahwa terdapat kasus bully di Desa Banjarsari. Maka dari itu, mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP melaksanakan suatu program Psikoedukasi: Anti Bully sebagai upaya pencegahan pelajar melakukan kejahatan bullying di SD N 01 Banjarsari.

Psikoedukasi merupakan penyuluhan berbasis ilmu Psikologi, yang bertujuan mecegah terganggunya kesehatan mental individu dan kelompok. Program ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2023 di kelas – kelas SD N 01 Banjarsari. Program diawali dengan memberi lembar tes singkat pada pelajar untuk melihat seberapa jauh mereka memahami dampak bahaya dari bully sebelum psikoedukasi dilakukan. Ternyata hanya sekitar 30% pelajar yang menyadari bahwa bully adalah tindakan yang berbahaya. Setelah itu, mahasiswa melakukan penyuluhan dengan menjelaskan perbedaan bully dengan candaan yang biasa pelajar lakukan.

Pelajar diminta menjelaskan contoh ejekan yang biasa mereka lakukan karena dianggap lucu dan hanya sekedar bercanda. Ternyata masih banyak kasus dimana tindakan yang mereka anggap candaan sudah tergolong bully karena menyinggung kondisi fisik temannya, hingga membuat mereka menangis dan terjadi lebih dari tiga kali.

Setelah memahami perbedaan bully dan candaan, mahasiswa juga menjelaskan dampak bahaya dari bully terhadap korban dan juga pelaku. Bukan hanya mental dari korban yang dapat terganggu, tetapi juga mental pelaku. Karena itu, tindakan bully memang menjadi hal yang sangat harus dihindari oleh siswa. Mahasiswa juga bekerjasama dengan pihak guru untuk siap terbuka kepada laporan dari pelajar apabila ada yang menjadi korban bully.

Kemudian mahasiswa mengajak pelajar SD N 01 Banjarsari untuk bernyanyi sebuah lagu yang berjudul “Anti Bully”. Lagu tersebut merupakah tulisan original dari mahasiswa, setelah melakukan pengamatan kepada budaya dan cara berkomunikasi anak – anak sekitar lingkungan desa. Hal tersebut merupakan upaya agar pesan dari lagu untuk menjauhi tindakan bully dapat tersampaikan dengan baik. Pada akhirnya pelajar kembali diberi lembar tes, dan terjadi peningkatan pemahaman tentang dampak bahaya dari bully. Sebagai upaya keberlanjutan dari program ini, mahasiswa mengirimkan lagu dalam bentuk mp3 kepada pihak sekolah serta menempelkan poster anti bully di setiap kelas.

Penulis: Ester Berniati br Sitepu
DPL: Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si.
Lokasi: SD N 01 Banjarsari, Kec. Talun, Kab.Pekalongan

 

 

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/berawal-dari-kak-dia-sampai-tidak-mau-sekolah-mahasiswi-kkn-laksanakan-program-psikoedukasi-anti-bully-di-sd-n-01-banjarsari/3422/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 15:54.