Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

BENTUK FASILITAS YANG DIBUTUHKAN OLEH PENGELOLA PADA DAYA TARIK KAMPOENG THENGUL

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 6 Januari 2024

JurnalPost.com – Kampoeng Thengul yang berfokus pada wisata budaya, masih belum dapat menyediakan amenitas atau fasilitas pendukung bagi para wisatawannya. Fasilitas pendukung sebagai salah satu penunjang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama berada di kawasan daya tarik. Keberadaan amenitas ini juga berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan selama kegiatan wisata berlangsung di dalamnya. Maka dari itu, pengadaan fasilitas pendukung perlu diadakan agar kegiatan wisata dapat berjalan dengan teratur dan aman.

Kampoeng Thengul yang terletak pada Dusun Kedung Krambil, sehingga pada penerapannya masih menggunakan kawasan dusun untuk kegiatan wisata berjalan. Pada kegiatan Kesenian Wayang Thengul sendiri, pengelola menggunakan rumah dalang Mbah No untuk pertunjukkan mini dan sesi latihan karawitan. Kegiatan latihan karawitan ini telah diikuti sebagian anak muda pada Dusun Kedung Krambil. Di samping itu, masalah ditemukan pada area rumah yang tidak terlalu besar. Dampak dari masalah tersebut, jumlah wisatawan yang ingin melihat tidak pada jumlah yang besar atau hanya dalam skala kecil. Dari hal ini Diharapkan adanya pengadaan area yang lebih besar untuk menampung wisatawan, salah satu berupa pendopo.

Fasilitas lainnya yang belum tersedia dengan baik oleh pengelola yaitu penginapan. Penginapan atau homestay cukup dianggap penting terlebih pada kawasan daya tarik yang terletak cukup jauh dari wilayah kota atau ibu Kota. Penginapan atau homestay dapat berupa bangunan baru yang dibangun oleh pengelola, maupun memanfaatkan rumah warga setempat yang bersedia di dalam kegiatan wisata tersebut. “Penyediaan Penginapan atau homestay pada kawasan daya tarik, merupakan salah satu pemenuhan jasa oleh pengelola kepada wisatawan untuk memenuhi hak yang mereka terima sebagaimana mestinya”, kata Ibu Sheidy Yudhiasta selaku Dosen Program Studi Pariwisata pada UPN ‘Veteran’ Jawa Timur.

Pemberian moda transportasi untuk pergerakan wisatawan juga menunjang kepuasaan wisatawan itu sendiri. Moda transpotasi ini digunakan pada perpindahan wisatawan dari satu area ke area lainnya. “Dikarenakan akses yang cukup jauh dan medan yang cukup melelahkan, dibutuhkan moda transpotasi untuk perpindahan wisatawan tersebut”, kata Ibu Wintari selaku pendiri Kampoeng Thengul. Moda transpotasi ini diutamakan kendaraan bermotor, sehingga waktu yang digunakan bagi wisatawan dapat berjalan efektif dan tepat.

Telah dijelaskan di atas bagaiman bentuk fasilitas yang belum tersedia pada daya tarik Kampoeng Thengul. Saran yang dapat diberikan berupa pengadaan sementara penginapan atau homestay yang telah dikoordinasikan bersama warga setempat. Untuk pertunjukkan terhadap kesenian Wayang Thengul tetap dapat menggunakan area rumah Mbah No, dengan waktu yang telah ditentukan dan wisatawan secara merata mendapatkan pengalaman tersebut. Pada moda transportasi ini dapat menggunakan kendaraan yang digunakan oleh wisatawan, sehingga kegiatan wisata yang ditawarkan bersifat privat atau wisatawan tidak secara massal atau banyak.

Oleh Ihda Anisa Alifia, Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/bentuk-fasilitas-yang-dibutuhkan-oleh-pengelola-pada-daya-tarik-kampoeng-thengul/10552/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:35.