Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Belajar Branding Digital Lewat Secangkir Kopi: Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 11 November 2025
Secangkir Kopi
Sumber : Dokumentasi Prribadi

Surabaya, JurnalPost.com – Kehadiran identitas merek di dunia digital kini menjadi faktor penting bagi bisnis untuk menarik perhatian publik dan membangun kepercayaan pelanggan. Sejalan dengan perkembangan tersebut, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya melaksanakan kegiatan magang di Coffee at Five Surabaya dengan fokus pada bidang branding digital dan media sosial. Kegiatan magang ini menjadi bagian dari penerapan ilmu komunikasi dalam praktik kerja nyata. Mahasiswa berperan langsung dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan media sosial, pembuatan konten digital, serta penerapan strategi komunikasi yang sesuai dengan karakter merek.

Dalam pelaksanaan magang, mahasiswa ditempatkan di bagian branding dan media sosial. Ia terlibat dalam penyusunan ide konten, pengambilan foto dan video, pengeditan visual, hingga pengelolaan akun Instagram Coffee at Five agar tampil menarik dan konsisten dengan identitas merek. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam memahami bagaimana proses branding digital dijalankan secara profesional. “Pengalaman magang di Coffee at Five mengajarkan saya bahwa branding bukan hanya sekadar logo atau tampilan visual, tetapi juga bagaimana sebuah brand dapat membangun hubungan dengan audiens melalui komunikasi yang konsisten di media sosial,” ungkap mahasiswa tersebut.
Dalam proses kreatif, mahasiswa menggunakan berbagai aplikasi seperti Canva, CapCut, dan Adobe Lightroom untuk menjaga konsistensi tone warna, gaya visual, serta brand voice. Hasil dari kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan engagement media sosial dan memperkuat citra digital Coffee at Five sebagai kafe yang hangat, estetik, dan relevan dengan tren anak muda Surabaya.

Selain mengembangkan kemampuan teknis dalam bidang pemasaran digital dan produksi konten, mahasiswa juga belajar mengenai kerja sama tim, manajemen waktu, serta etika profesional dalam dunia industri kreatif. Pengalaman magang ini membantu mahasiswa memahami bagaimana strategi komunikasi, riset audiens, dan kreativitas berperan dalam memperkuat nilai sebuah merek di ruang digital. “Saya belajar bahwa setiap konten memiliki tujuan dan pesan yang ingin disampaikan. Melalui magang ini, saya semakin memahami pentingnya strategi komunikasi dalam membangun citra brand,” ujarnya.

Kegiatan magang di Coffee at Five juga mempertemukan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik langsung di lapangan. Moh. Dey Prayogo selaku dosen pembimbing mengatakan bahwa program magang yang diambil atau yang dilaksanakan oleh mahasiswa ilmu komunikasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, di mana kegiatan magang memperkaya pengalaman mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang didapatkan di dalam kelas dalam dunia nyata. Mahasiswa dapat menerapkan konsep seperti komunikasi visual, strategi pesan, dan perilaku konsumen secara nyata dalam situasi kerja profesional. Program magang ini menjadi salah satu bentuk nyata mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja di bidang industri kreatif dan komunikasi digital. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha lokal, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga memperluas wawasan dan jejaring profesional.

Pengalaman magang di Coffee at Five menunjukkan bahwa kegiatan akademik dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan dunia industri. Mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan mampu menjadi generasi komunikator muda yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di era digital yang terus berkembang.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/belajar-branding-digital-lewat-secangkir-kopi-mahasiswa-ilmu-komunikasi/20738/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 21:50.