
Malang, JurnalPost.com – Generasi muda saat ini diproyeksikan menjadi calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kemampuan leadership tidak hanya sebatas pada kemampuan memimpin, tetapi juga mencakup kecakapan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta menjalin relasi yang sehat antar organisasi. Di lingkungan sekolah, keterampilan ini menjadi sangat penting, terutama bagi siswa yang aktif dalam organisasi seperti OSIS, MPK, maupun berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Komunikasi antar organisasi di sekolah memegang peran strategis dalam menciptakan sinergi dan kolaborasi yang produktif. Tanpa komunikasi yang efektif, potensi konflik, miskomunikasi, hingga persaingan yang tidak sehat dapat dengan mudah terjadi. Sebaliknya, dengan komunikasi yang terbuka, etis, dan saling menghargai, setiap organisasi dapat berkembang bersama, membangun budaya kompetisi yang sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan progresif.
Selain itu, kemampuan teamwork menjadi fondasi penting dalam menjalankan program kerja organisasi. Siswa dituntut mampu berkolaborasi, memahami peran masing-masing, serta mengelola perbedaan pendapat secara konstruktif. Nilai-nilai seperti saling percaya, tanggung jawab, dan etika komunikasi menjadi kunci dalam membentuk tim yang solid dan berdaya saing.
Berangkat dari pentingnya membangun karakter kepemimpinan dan kecakapan komunikasi tersebut, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “From Talk to Team: Komunikasi Kuat, Organisasi Hebat.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 April 2026 dan diikuti oleh siswa yang tergabung dalam OSIS, MPK, serta perwakilan dari 26 ekstrakurikuler di MAN 1 Malang.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi yang berfokus pada penguatan komunikasi organisasi dan kerja tim. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar komunikasi organisasi, pentingnya koordinasi lintas organisasi, serta strategi membangun komunikasi efektif untuk mencegah miskomunikasi dan konflik internal. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai etika komunikasi dalam organisasi, termasuk cara menyampaikan pendapat, kritik, dan ide secara santun dan profesional.

Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penguatan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi bagi generasi muda. Melalui penguatan kemampuan komunikasi organisasi dan teamwork, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial, kepemimpinan, serta kemampuan membangun kerja sama yang positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok dan simulasi (role play), yang menggambarkan dinamika nyata dalam organisasi sekolah. Siswa diajak untuk mempraktikkan bagaimana membangun komunikasi yang kolaboratif, menyelesaikan konflik secara konstruktif, serta menciptakan kerja tim yang solid meskipun berasal dari latar belakang organisasi yang berbeda.
Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Dian Hutami Rahmawati, S.I.Kom., M.Med.Kom., menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi organisasi menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan generasi muda.
“Siswa yang aktif di organisasi adalah calon pemimpin masa depan. Mereka perlu dibekali tidak hanya kemampuan mengelola program, tetapi juga bagaimana berkomunikasi secara efektif, membangun relasi, dan bekerja sama lintas organisasi,” ujarnya.
Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur, Hanna Nurhaqiqi, M.A menambahkan bahwa penting bagi siswa untuk memahami makna kompetisi yang sehat dalam lingkungan sekolah.
“Perbedaan organisasi bukan untuk saling bersaing secara negatif, tetapi untuk saling menguatkan. Dengan komunikasi yang baik dan etika yang dijaga, mereka bisa menciptakan kolaborasi yang berdampak lebih besar bagi sekolah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu mengembangkan kemampuan komunikasi organisasi dan teamwork secara optimal, sehingga dapat menjadi generasi muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, kolaboratif, dan berintegritas.