Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Bahasa Indonesia yang sudah tergeserkan dengan “Bahasa Internet”, Fenomena Bahasa di Kalangan Gen-Z

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 23 Juni 2026

Oleh: Fortune Angelia Weta

JurnalPost.com – Bahasa merupakan cerminan budaya dan identitas suatu bangsa yang patut dilestarikan oleh warga negara tersebut. Bahasa Indonesia seharusnya menjadi bahasa utama pada saat berkomunikasi sehari-hari dengan sesama warga negara Indonesia. Di perkembangan teknologi serta arus informasi yang dapat diakses secara mudah dan cepat, Bahasa Indonesia tidak lagi menjadi bahasa utama di dalam berkomunikasi. Perkembangan teknologi dan arus informasi ini melahirkan generasi baru yang tumbuh besar bersama gawai dan sosial media. Hal tersebut juga memberikan tantangan terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk berkomunikasi, terutama secara daring.

Media sosial, yang menjadi konsumsi generasi muda sekarang ini memberikan pengaruh besar terhadap penggunaan Bahasa Indonesia di dalam berkomunikasi sehari-hari. Bagaimana tidak? Konten-konten yang muncul di beranda media sosial Kalangan Gen-Z saat ini adalah konten berbahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang dipadukan dengan bahasa gaul atau slang. Tidak hanya postingan konten yang ada di media sosial, namun juga komentar yang berada di dalam konten tersebut juga tidak menggunakan bahasa Indonesia, melainkan menggunakan bahasa gaul internet. Kata-kata yang umumnya dijadikan kata untuk berkomunikasi adalah “FOMO”, “Red Flag”, “freak”, “prefer”, dan masih banyak lagi contoh kata-kata gaul yang tersebar di media sosial.

Pergeseran bahasa ini terjadi akibat interaksi Gen-Z yang lebih aktif di media sosial. Algoritma sosial media memaksa konten disajikan secara cepat dan instan, yang pada akhirnya menuntut bahasa komunikasi yang digunakan ikut menjadi ringkas. Fenomena ini melahirkan Fenomena linguistik baru, mulai dari pencampuran bahasa (code mixing), munculnya akronim yang efisien, hingga penggunaan slang yang terus berkembang setiap harinya. Akibatnya, tata bahasa formal kian tergeserkan dengan bahasa gaul tersebut. Perubahan ini pun melahirkan identitas komunikasi yang baru dan menjadi gaya komunikasi khas Gen-Z.

Dampak yang paling nyata dari gaya komunikasi baru ini adalah Bahasa Indonesia yang baku akan luntur di dalam komunikasi sehari-hari. Pada saat kata-kata slang lebih sering diucapkan dibandingkan Bahasa Indonesia, maka generasi muda akan mengalami penurunan di dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gen-Z kian akan merasa asing dan merasa kaku ketika berkomunikasi menggunakan kosakata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika, tren ini dibicarakan Bahasa Indonesia berisiko kehilangan kekuatannya sebagai bahasa untuk berkomunikasi di Kalangan generasi muda.

Selain mengikis identitas Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk berkomunikasi, fenomena ini akan menciptakan kesenjangan komunikasi antar generasi. Bahasa Indonesia yang sejatinya diciptakan bahasa pemersatu, kini justru menjadi pemicu Salah paham antar list as generasi. Generasi yang lebih tua akan mengalami kebingungan di dalam berkomunikasi akibat munculnya slang yang digunakan Gen-Z saat ini. Hal ini tentu berakibat pada terhambatnya komunikasi di dalam lingkungan keluarga maupun profesional karena adanya perbedaan linguistik antara generasi muda dan generasi sebelumnya yang lebih tua.

Oleh karena itu, Fenomena ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Generasi muda harus bijak di dalam menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Hal ini bukan berarti melarang generasi muda untuk berkomunikasi di dalam bahasa slang ataupun melakukan pencampuran bahasa di dalam berkomunikasi. Namun Sebagai generasi muda penerus bangsa, harus tetap mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di dalam berkomunikasi. Hal ini akan membuat Bahasa Indonesia tetap berdiri sebagai identitas dan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang harus dilestarikan di setiap generasi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/bahasa-indonesia-yang-sudah-tergeserkan-dengan-bahasa-internet-fenomena-bahasa-di-kalangan-gen-z/26426/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 06:13.