Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Audit/kritik terhadap layanan publik : Proyek Kereta cepat Jakarta – Bandung

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 6 November 2023

JurnalPost.com – Audit terhadap layanan publik merupakan pemeriksaan untuk memastikan laporan yang di sajikan oleh sektor publik dapat terperifikasi sebagai laporan yang rill dan dapat dipertanggung jawabkan. Audit dianggap sebagai alat penting dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja organisasi dalam menyediakan layanan publik yang berkualitas. Sedangkan, Kritik terhadap layanan publik merujuk pada masukan negatif atau evaluasi yang disampaikan oleh masyarakat atau pihak-pihak terkait terhadap kualitas, efektivitas, atau efisiensi layanan yang diberikan oleh badan pemerintah atau lembaga publik. Hal ini biasanya mencakup berbagai hal, mulai dari ketidakpuasan terhadap kualitas pelayanan, birokrasi yang rumit, hingga kekurangan sumber daya. Kritik semacam ini sering kali bertujuan untuk mendorong perbaikan dan peningkatan kinerja dalam pelayanan publik.

Kereta Cepat adalah kereta berkecepatan tinggi yang beroperasi pada rute Jakarta–Bandung di Indonesia. Dimiliki oleh KCIC, perusahaan patungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan perusahaan konsorsium milik negara China Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Kereta ini menggunakan teknologi terkini dan memiliki frekuensi 20-30 menit. Waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung hanya 36 hingga 44 menit, dan kecepatan pengoperasian kereta adalah 350 km/jam (220 mph).

Layanan kereta cepat ini hadir dengan banyak pilihan waktu perjalanan sehingga memungkinkan penumpang untuk memilih waktu yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, stasiun kereta cepat juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang tunggu yang luas dan nyaman, loket dan vending machine, lift, eskalator, loker, toilet serta berbagai fasilitas lainnya. Stasiun kereta cepat juga dipadukan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang memastikan sistem integrasi dengan berbagai pilihan moda transportasi terintegrasi, beragam kuliner, fasilitas dan keistimewaan lainnya untuk memastikan kebutuhan penumpang terpenuhi.

Proyek Kereta cepat Jakarta-Bandung ini memiliki beberapa pro kontra beberapa pihak dimana mempertimbangkan Utang investasi sebesar US$7,2 Miliar atau setara dengan Rp. 110,16 Triliun. Semula proyek ini ditargetkan hanya memakan dana US$5,13 miliar sekitar Rp76,95 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu) oleh Pemerintah China pada 2015 silam. Anggaran itu jauh lebih murah dari penawaran Jepang yang memasang angka investasi di US$6,2 miliar atau setara Rp94,2 triliun.

Kereta cepat ini resmi dioprasikan pada anggal 18 Oktober 2023 menuai pertimbangan dimasyarakat. Waktu tempuh kereta cepat memang jauh lebih singkat dibandingkan dengan Kereta biasa yang mencapai 3 jam. Namun untuk menempuh perjalanan Jakarta-Bandung, pilihan utamanya tetap jatuh pada kereta biasa sebab perbedaan durasi 1,5 jam menurut dia tidak terlalu lama. Sementara perbedaan harga tiket yang mencapai dua kali lipat menjadi nilai memberatkan di Masyarakat. Untuk menggunakannya harga pemungutan kereta cepat ini mangambil biaya sebesar Rp. 150.000 untuk kelas Ekonomi dan Rp. 300.000 untuk kelas Ekonomi Premium.

Untuk mengatasi permasalahan mahalnya biaya dan pembengkakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, beberapa solusi telah dikemukakan para ahli. Berikut beberapa solusinya:
– Mencari donor non-fiskal: Para ahli menyarankan agar konsorsium yang bertanggung jawab atas proyek tersebut mencari donor non-fiskal untuk membantu menutup biaya. Kemitraan swasta-publik juga dapat dijajaki untuk berbagi beban proyek.

– Jaminan Pemerintah: Kementerian Keuangan telah merilis payung hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan nomor 89 tahun 2023 tentang tata cara pelaksanaan jaminan pemerintah untuk percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta api kecepatan tinggi antara Jakarta dan Bandung. Pilihan baru ini akan menjadi solusi dalam rangka memperoleh pendanaan untuk kenaikan dan/atau perubahan biaya candi kereta api.

– Keringanan utang: Para ahli berpendapat bahwa menambah utang bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi masalah pembengkakan biaya. Sebaliknya, pemerintah dapat mengusulkan keringanan utang untuk menghindari tekanan yang lebih besar pada anggaran negara.

– Mengatasi akar permasalahan: Tingginya biaya dan pembengkakan proyek disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pembebasan lahan, kondisi geologi, pandemi COVID-19, penggunaan frekuensi GSM-R, dan instalasi listrik. Mengatasi akar permasalahan ini dapat membantu mencegah masalah serupa pada proyek infrastruktur di masa depan.
Kabar terkini, permasalahan pembengkakan biaya pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diharapkan segera teratasi.

Penulis: RIZKY AULIA RAHMADIYAH NIM 202010170311188 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/audit-kritik-terhadap-layanan-publik-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung/6998/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 20:02.