Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Aplikasi Absensi Dan Input Kegiatan Dengan Menggunakan Teknologi Sistem Barcode

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 30 September 2023
Sumber : kartu tanda mahasiswa

Penulis : Salsabila Diah Savitri
Organisasi : Universitas Jenderal Soedirman

JurnalPost.com – Kita pastinya sudah tidak asing dengan kata absensi, karena setiap mahasiwa pastinya melakukan absensi ketika akan memasuki kelas perkuliahan. Absensi merupakan kegiatan untuk melaporan kehadiran atau ketidakhadiran dalam sebuah instansi. Mahasiswa harus melakukan absensi setiap harinya. Selain untuk absensi, teknologi barcode ini dapat berguna untuk input kegiatan di perkuliahan seperti untuk mendeteksi pelanggaran yang dilakukan mahasiswa. Contohnya, jika ada berpakaian mahasiswa yang tidak formal dan mahasiswa yang membawa barang tajam seperti senjata tajam ataupun rokok di kampus akan diberikan nilai point minus. Untuk memudahkan kegiatan pengumpulan data kehadiran atau absensi, perlunya memanfaatkan sistem absensi dan input kegiatan dengan menggunakan barcode adalah solusi yang baik.

Apa itu Barcode?

Barcode merupakan kode berbentuk garis yang mengandung data atau informasi tertentu. QR merupakan kepanjangan dari Quick Respons atau bisa disebut dengan respon cepat yang bertujuan untuk memberikan informasi yang cepat agar dapat direspon dengan cepat. Jika diaplikasikan di Universitas akan memudahkan bapendik dalam menginput absen maupun input kegiatan.

Kartu tanda mahasiswa yang memiliki barcode dapat digunakan untuk absen yang nantinya akan di scan di alat scanner yang sudah tersedia di universitas. Hal ini dapat menghindari adanya praktik titip absen yang banyak sekali dilakukan oleh para mahasiswa untuk menghindari perkuliahan dan tidak menaaati peraturan yang ada.

Langkah membuat absensi dan input kegiatan menggunakan scan Barcode

Mahasiwa sudah dipastikan memiliki kartu tanda mahasiswa, yang telah diberikan pada saat awal perkuliahan. Kartu tanda mahasiswa sudah memiliki barcode yang tercatat oleh pihak kampus agar memudahkan absensi dengan kartu tanda mahasiswa. Absensi dengan menggunakan barcode yang ada di kartu tanda mahasiswa tidak hanya digunakaan untuk absensi pada hendak ingin pergi ke perpustakan kampus, tetapi absensi untuk di kelas. Ketika, mahasiswa hendak ingin melakukan absensi, bisa menggunakan barcode yang ada di KTM ataupun dari smartphone. Setelah, di scan ke alat scanner mahasiswa akan langsung keterdeteksi oleh face id. Hal ini, bertujuan untuk menggurangi adanya tindakan titip absen.

Sistem absensi dan input kegiatan menggunakan Barcode pada universitas

Sistem absensi menggunakan barcode sejatinya diperuntukan untuk memudahkan pihak universitas ataupun sekolah dalam mencacat kehadiran siswa dan mahasiswanya. Saat ini, di beberapa universitas yang menggunakan absensi dengan sidik jari atau fingerprint dan face id memiliki banyak kekurangan. Beberapa kelemahannya disebabkan human error, seperti susahnya scan sidik jari, penarikan data absen dari mesin fingerprint ataupun face id yang susah.

Berkat kemajuan teknologi yang begitu signifikan, kini pencatatan kehadiran tidak hanya dapat dilakukan dengan absensi sidik jari atau dengan e-learning melainkan ada beberapa inovasi teknologi, seperti sistem absensi dengan menggunakan barcode.

Selain digunakan untuk absensi, QR code juga dapat digunakan sebagai input kegiatan seperti dari barcode tersebut bisa terdeteksi bahwa mahasiswa tersebut menggunakan pakaian yang tidak formal, dan membawa barang-barang bahaya seperti senjata tajam ataupun rokok.

Penggunaan teknologi barcode dalam aplikasi absen dan input aktivitas telah membawa manfaat besar bagi mahasiswa dan manajemen operasional. Dalam hal absensi kehadiran, penggunaan barcode memberikan efisiensi waktu, akurasi data, dan penghematan biaya. Sedangkan dalam hal input aktivitas, barcode dapat mencatat aktivitas dengan lebih akurat, melacak aktivitas secara real-time, dan menganalisis data aktivitas.

Bagi mahasiswa, penggunaan barcode membuat proses absensi menjadi lebih mudah dan meningkatkan akurasi pencatatan aktivitas. Bagi manajemen operasional, penggunaan barcode meningkatkan efisiensi proses, analisis data, dan mengurangi biaya administrasi. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi absen dan input aktivitas dengan menggunakan teknologi barcode sangat direkomendasikan dalam manajemen operasional.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/aplikasi-absensi-dan-input-kegiatan-dengan-menggunakan-teknologi-sistem-barcode/5918/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 22:33.