
Oleh: Dita Dwi Lestari
Administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
JurnalPost.com – APBD Kabupaten Kolaka 2023 telah disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang termasuk rencana penerimaan dari transfer pemerintah pusat sesuai dengan Surat Direksi Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor: S-173-PK/2022 tentang penyampaian rincian alokasi transfer ke daerah tahun anggaran 2023. Rancangan APBD Kabupaten Kolaka mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari Rp.1,30 Triliun meningkat sebesar Rp. 1,67 Triliun.
Kenaikan ini mencapai Rp. 369,38 Miliar atau 28,30% yang sebagian besar bersumber dari dana bagi hasil sesuai dengan Peraturan Presiden tentang rincian APBN tahun anggaran 2023 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 127/PMK.07/2022 tentang penetapan kurang bayar dan lebih bayar dana bagi hasil pada tahun 2022. Peningkatan ini merupakan hasil dari kepatuhan pemerintah daerah terhadap ketentuan dari pemerintah pusat yang dalam pemenuhan kewajiban pelaporan serta penyampaian data potensi daerah yang selalu diperbarui.
Dihimpun dari data Sistem Informasi Kearsiapan Dinamis (SIKD) anggaran APBD Kolaka 2023 dengan rincian pendapatan daerah sebesar Rp. 1.506,70 Miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 161.37 Miliar.
Pendapatan Transfer Rp. 1.285,28 Miliar. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp. 60.05 Miliar. Jumlah Belanja sebesar Rp. 1.669,70 Miliar.
Total Surplus (deficit) sebesar Rp. (163 Miliar). Pembiayaan daerah sebesar Rp. 163 Miliar dari Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp. 168 Miliar dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Rp. 5 Miliar.
APBD Kolaka 2023 telah disusun dengan perencanaan yang sistematis dan terukur berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan dengan melibatkan semua stakeholder.
APBD Kolaka 2023 ini mengusung tema Penguatan Kualitas Pembangunan dan SDM untuk Mendukung Daya Saing Daerah. Sehingga pemerintah daerah harus menyelaraskan peningkatan pembangunan insfrastruktur, kualitas dan aksesibilitasi pendidikan dan kesehatan serta peningkatan produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan yang luas.