Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Apasih Keluhan Pemilik Budidaya Tambak di Zaman Sekarang Ini?

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 22 Desember 2023

Penulis: Pauline Agatha Sukma (210302055) / Rachel Risanti Silalahi (210302056) / Theodore Jofani Telaumbanua (210302062) / Esy Rapmaita Purba (210302086) 

JurnalPost.com – Tambak ikan Danau Siombak merupakan salah satu tambak ikan yang berada di Jln. Ps Nippon No Ujung, yang berada di sekitaran Taman Wisata Danau Siombak Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Zaman sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang membuat tambak ikan air tawar maupun air asin, namun tidak sedikit permasalahan yang dihadapi, salah satunya adalah tambak ikan nila yang berada di Taman Wisata Danau Siombak yang kini menghadapi masalah dalam mengikuti perkembangan trend dalam pengolahan dan pemasaran ikan hasil budidaya tambak ikan.

Pembelajaran yang berbasis masalah atau yang sering dikenal dengan Project Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran yang dipusatkan pada siswa/i melalui penyajian masalah dari dunia nyata di awal pembelajaran. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), menuntut aktivitas mental siswa maupun mahasiswa untuk memahami suatu konsep melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal pembelajaran dengan tujuan untuk melatih mahasiswa menyelesaikan masalah dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.

Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian USU yakni kelompok 8 yang beranggotakan, Pauline Agatha Sukma, Rachel Risanti Silalahi, Theodore Jofani Telaumbanua, Esy Rapmaita Purba telah melakukan observasi ke tambak ikan yang berada di dekat destinasi wisata Taman Wisata Danau Siombak. Dan pada pengamatan yang kami lakukan, kami menemukan beberapa masalah yang dihadapi para nelayan Danau Siombak setelah melakukan wawancara pada salah satu pemilik tambak. Observasi ini kami lakukan untuk memenuhi tugas pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Pekerjaan Sosial Internasional. Dengan dosen pengampu bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.

Masalah yang terjadi pada usaha budidaya tambak ikan nila yang dialami para nelayan danau siombak sangat beragam. Menurut Ibu Mustika salah satu nelayan yang merupakan pemilik tambak ikan nila air asin sekaligus pemilik taman wisata Danau Siombak mengatakan bahwa masalah yang dihadapi adalah terkait dengan masalah pengolahan dan pemasaran hasil budidaya.
“Sekarang zamannya makanan beku.

Diperkirakan bagaimana kita dapat mengolah hasil budidaya ikan sehingga dapat diekspor agar dapat menstabilkan harga jual di masa yang akan datang ketika ikan langka maka produk beku tersebut dapat diperjual belikan dengan harga yang lebih menguntungkan bagi konsumen dan distributor. ” ucap Ibu Mustika salah satu pemilik tambak di Danau Siombak (17/12/2023).

Ibu Mustika juga mengatakan pengolahan perikanan menjadi makanan beku ini mulai booming pada saat terjadi pandemi COVID-19 dan mengubah pola dan gaya hidup masyarakat yang terbiasa mengonsumsi makanan beku ini. Dimana makanan yang sudah di frozen kan ini dapat dikonsumsi kapan saja dan dapat disimpan dalam waktu tertentu yang cukup lama karena sudah mengalami proses pembekuan dan kesegarannya masih terjaga.

Pemilik tambak berharap adanya kerjasama yang terjalin antara para pemilik tambak dengan lembaga pendidikan yang berhubungan dengan pengolahan dan pemasaran ikan, agar dapat mengoptimalkan memanajemen hasil pengolahan budidaya ikan tersebut.
Jadi adapun hasil yang diperoleh pada kegiatan wawancara ini diharapkan adanya orang-orang yang dapat membantu para petambak ikan yang ada di daerah wisata Danau Siombak dalam mengolah ikan hasil budidaya, serta dapat merealisasikan program Frozen food dalam pengelolaannya, agar dapat dipasarkan dimasa sekarang, dan di masa yang akan datang, agar kestabilan harga jual dan beli ikan tetap terjaga. Dan juga, diharapkan terjalinnya hubungan kerjasama antara petambak ikan di daerah wisata Danau Siombak dengan institut ataupun lembaga pendidikan, yang ada di Sumatera Utara ini.

Adapun saran dan harapan kami yaitu semoga para pemilik budidaya tambak mendapatkan hubungan dengan institut pendidikan yang berhubungan dengan pengolahan perikanan agar dapat membantu perkembangan dan kemajuan perekonomian para petambak ikan di daerah wisata Danau Siombak.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Project Base Learning (PBL) Mata Kuliah Pekerjaan Sosial Internasional dengan  Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga, S.Sos,. M.Kesos.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/apasih-keluhan-pemilik-budidaya-tambak-di-zaman-sekarang-ini/9711/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 13:39.