
JurnalPost.com – Apa sih itu timetravel?, secara bahasa kita dapat terjemahkan yaitu penjelajah waktu. Saya yakin sekali kalian pasti pernah berpikir “gimana ya rasanya pergi ke masa depan untuk melihat teknology pada zaman itu” atau berpikir “andai aku bisa mengulang waktu pasti keadaannya gak jadi seperti ini”. Nah, sangat menyenangkan sekali ya jika pikiran itu bisa kita wujudkan dalam dunia nyata. Percaya gak sih kalian kita sebenarnya sudah melakukan perjalanan waktu?!, sekarang coba lihat jam tangan atau jam dinding kamu, detiknya jalan kan?, yaudah kita sudah melakukan perjalanan waktu TAMAT HAHAHA. Tidak seperti itu ya, sekarang saya akan menjelaskan kepada kalian apakah mungkin kita pergi ke masa lalu maupun ke masa depan menurut saints.
Pertama kita bahas apakah mungkin untuk pergi ke masa depan?, maka dari itu akan saya jelaskan dari teori-teori yang ada. Kita sebagai orang awam pasti berfikir bahwa waktu itu konstan. Tetapi menurut ALBERT EINSTEIN dari salah satu teorinya yaitu Teori Relativitas Khusus menyatakan bahwa (SEMAKIN CEPAT OBJEK BERGERAK MAKA PERSEPSI KITA TERHADAP WAKTU AKAN BERUBAH) sebagai contohnya jika kita berada di dalam kereta api, kita merasa bahwa atmosfer di dalam kereta itu normal normal saja tetapi orang yang melihat kamu dari luar kereta kamu berjalan sangat cepat. Kesimpulan Teori ini semakin cepat objek bergerak mendekati kecepatan Cahaya maka waktu bergerak semakin lambat. Contoh lainnya astronot yang berada di kapal ruang angkasa memiliki umur yang lebih muda(secara fisik) dibandingkan oleh yang berada di bumi, ini karena kapal ruang angkasa bergerak dengan kecepatan 28.000 km/jam untuk menembus atmosfer bumi. Ini cara pertama untuk pergi ke masa depan dengan membutuhkan kecepatan mendekati Cahaya bahkan melebihi kecepatan Cahaya.
Cara kedua untuk pergi ke masa depan adalah dengan membutuhkan gravitasi yang sangat besar. Dalam Teori RELATIVITAS UMUM dari Albert Einstein, mengatakan bahwa “semakin besar massa objek, maka semakin besar pula mengalami distorsi ruang dan waktu”. Kenapa besar massa bisa penyebabkan distorsi ruang dan waktu?!, karena semakin besar massa suatu objek maka semakin besar juga gravitasinya. Pada teori ini kita dapat contohkan jika kita menembakan suatu laser ke langit apakah laser itu dapat menembuh atmosfer?, tentu tidak karena cahaya laser tersebut ditarik oleh gravitasi yang membuat cahaya laser tersebut bergerak melengkung. Cahaya laser yang melengkung akibat gravitasi ini membuat jalur bergeraknya cahaya itu menjauh, logikanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama jika jalur bergeraknya cahaya itu lurus (tanpa pengaruh gravitasi). Teori ini juga digunakan oleh film INTERSTELLAR. Di film itu diceritakan ada suatu planet air yang memiliki gravitasi 30% lebih besar daripada bumi dan juga planet tersebut mengorbit blackhole dengan kecepatan 55% kecepatan cahaya. Dengan kondisi massa planet tersebut yang besar dan bergerak dengan kecepatan 55% kecepatan cahaya, ini membuat distorsi waktu yang cukup besar. Kondisi yang seperti itu membuat 1 jam di planet tersebut sama dengan 7 tahun di spaceship yang berada di luar planet.
Dengan kita sudah menyimak kedua teori tersebut kita tahu untuk pergi ke masa depan itu suatu hal yang sangat memungkinkan, tetapi ada bahan-bahan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mewujudkan tersebut. Bahan – bahan tersebut ialah kecepatan yang sangat cepat atau gravitasi yang sangat besar bahkan bisa keduanya untuk mewujudkan tersebut. Untuk sekarang teknologi manusia belum mampu meciptakannya karena kita masih belum menciptakan suatu yang cepat atau graavitasi yang besar. Ini tidak menutup kemungkinan di masa depan manusia bisa menemukan cara lain yang lebih efisien untuk bisa pergi ke masa depan karena sejatinya manusia selalu belajar untuk menciptakan hal-hal yang baru dengan tujuan tertentu. Contohnya zaman dahulu orang-orang berfikir ada alat transfortasi udara suatu hal yang mustahil, tetapi pada zaman sekarang itu sudah bukan hal yang mustahil lagi karena manusia sudah berhasil menciptakan pesawat.
Kita sudah tahu bahwa pergi ke masa depan bukanlah suatu hal yang mutlak tidak bisa karena banyak teori-teori yang menyatakan bahwa pergi ke masa depan suatu hal yang masih mungkin untuk dilakukan tetapi bukan saat ini waktunya karena keterbatasan teknologi pada zaman ini. Lalu bagaimana dengan pergi ke masa lalu?apakah mungkin?. Menurut ilmuan STEPHEN HAWKING mengatakan bahwa “hukum fisika tidak mengijinkan kita untuk pergi ke masa lalu, mau sebesar apapun usaha kita pasti ada saja yang menghalangin atau hambatan yang menghadang”. Pernyataan ini benar adanya, kalian pasti langsung terlintas di pikiran kalau saya pergi ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan dan mengubah masa depan tanpa ada kesalahan yang sebelumnya, kemudian di masa depan kita tidak kepikiran untuk pergi ke masa lalu karena kesalahannya sudah tiada, lalu siapa dong yang pergi ke masa lalu?. ini disebut dengan nama GRANDFATHER PARADOX, maksud dari paradox tersebut adalah jika kamu pergi ke masa lalu, kemudian ketemu kakek kamu saat belum menikah dan kamu membunuh kakekmu secara logika salah satu orang tua kamu tidak terlahir begitupun dengan kamu tidak akan terlahir, lalu siapa dong yang pergi ke masa lalu dan membunuh kakekmu?!. Ini sangat membingungkan padahal ini baru salah satu kemungkinan yang masih belum terjawab secara ilmu pengetahuan yang menguatkan apakah mungkin untuk pergi ke masa lalu. Sudahlah tidah perlu dipusingkan, tidak ada gunanya kita pergi ke masa lalu hanya untuk mengulang atau memperbaiki sesuatu hal yang sudah berlalu lebih baik kita move on dan jadikan Pelajaran untuk menjadi lebih baik buat kedepannya.
Dapat kita simpulkan untuk menciptakan mesin waktu untuk pergi ke masa depan adalah hal yang sangat mungkin untuk dilakukan oleh manusia. Mesin waktu tersebut bisa diwujudkan dengan adanya gravitasi yang sangat besar atau kecepatan yang sangat tinggi. Untuk saat ini mungkin masih belum bisa diwujudkan karena teknologi yang belum memadai. Tapi saya sangat yakin manusia akan bisa menciptakan cara lain untuk mewujudkan itu atau bahkan bisa memenuhi syarat-syarat di atas untuk ciptakan mesin waktu.

PENULIS : VALDIS ARYA NUGRAHA