JurnalPost.com – Anak muda bagian penting dari masyarakat Indonesia serta memiliki power adidaya yang luar biasa tidak bisa dianggap remeh. Anak muda dinilai memiliki kecenderungan yang tidak ingin terlibat dalam politik bahkan bersikap apatis. Pandangan yang tercipta dari politik menjadi berbeda. Karena itulah perilaku sebagian besar anak muda merupakan sikap frontal mereka akan kegaduhan yang terjadi.
Melek akan politik perlu diadopsi dengan baik, kuncinya bagaimana anak muda menunjukkan politik bukan hanya sekedar ribut-ributnya elit politik tapi politik artinya setiap hal menyangkut hidup dari sebelum lahir semua diurus dengan politik.
Masa depan bangsa dan negara ini tidak lain merupakan terlahirnya anak muda yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan demokrasi yang jurdil (jujur dan adil). Definisi politik sudah banyak mengartikan kenegatifan sebuah pondasi pemerintah negara yang rapuh dan tak layak disinggahi, seolah-olah terus dijadikan patokan oleh anak muda padahal makin kesini melihat anak muda yang apatis tapi kritis.
Pada saat ini terlihat jelas bahwa anak muda bisa memberikan kejutan semua khalayak yang dapat menduduki pondasi-pondasi pemerintahan baik pusat maupun daerah. Perlawanan inilah yang menjadi terdorongnya semangat juang baru dan harapan yang dimiliki anak muda akan terus MELEK POLITIK bahkan memahami politik menjadi baik dan cerdas.
Baliho-baliho bergambaran wajah anak muda yang mulai terpampang di persimpangan jalan raya yang menandakan anak muda bukan hanya memandang buruk arti politik akan tetapi politik memiliki arti yang berbeda yang sangat perlu dipahami dengan baik. Cap buruk politik akan terus mendampingi dan sebagai anak muda adanya wawasan yang tinggi untuk mengatasi dan melawan hal tersebut menjadi salah satu cara mengatasi hal-hal yang buruk mengenai politik.
Selain itu juga, saat ini anak muda banyaknya mendapatkan informasi terkait politik dari media sosial. Media sosial bagi anak muda seperti aktivitas bernafas bagi mereka, tidak pernah dapat melepaskan diri dengan media sosial mereka. Media sosial menjadi kebutuhan pokok keharusan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam berselancar di dunia maya menjadi salah satu aktivitas anak muda dalam meningkatkan MELEK POLITIK mereka yang mempermudah segala macam informasi terkait politik. Situasi ini perlu dicermati dan ditangkap dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah supaya dapat menyesuaikan pendidikan politik gaya baru bagi anak muda yang lebih baik lagi dan akan MELEK POLITIK.
Oleh : M. Nasrulloh
Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Uin Raden Fatah Palembang