Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Anak anggota DPR Terlibat Kontroversi ; Kasus Kekerasan Terhadap Kekasihnya Di Surabaya

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 26 Oktober 2023

Oleh: Aurel Kesya Trulyn

JurnalPost.com – Seorang Wanita berusia 29 tahun inisial DSA telah meninggal akibat dugaan tindakan kekerasan di sebuah club malam di jalan Mayjen Jonosewojo, Surabaya. Dugaan pelaku penganiayaan adalah kekasihnya, yang memiliki inisial RT, dan merupakan anak dari seorang anggota DPR RI .

Menurut Pasman, kasus penganiayaan yang berujung pada kematian korban dimulai pada Rabu, 4 Oktober 2023, pukul 05.00, Ketika RT melporkan insiden tersbuk ke Polsek Lakarsantri. Setelah itu, petugas piket Polsek Lakarsantri dan tim Inafis dating ke lokasi kejadian.

Dari hasil awal penyelidikan di tempat kejadian, memang ada seorang Wanita yang di temukan tewas diapartemen tersebut, dengan bebrapa kejanggalan yang ditemukan. Kejangglan- kejanggalan ini di temukan penyelidikan lebih lanjut oleh satreskim Polrestabes Surabaya.

Pada pukul 21.32 RT dan DSA tiba dikamar nomor 7 dikaroke Blackhole KTV, Bersama dengan lima teman nya, mereka menghabiskan waktu berkaroke sambil mengomsumsi minuman keras Tequllia. Pada pukul 00.10 dini hari RT dan DSA Kembali kelift, yang diamati oleh satpam karoke tersebut.

Pada saat itu, terjadi sebuah pertengkaran. GR mengakui bahwa dia menendang kaki kanan korban hingga korban jatuh terduduk. Selanjutnya, GR memukul kepala DSA dua kali dengan menggunakan botol minuman keras Tequilla,” kata Kapolrestabes.

Pertengkaran berlanjut saat mereka sampai di basemen parkiran Lenmarc. Seorang perempuan dari Sukabumi, Jawa Barat, keluar dari lift lebih dulu daripada pelaku. Dini, sambil menggunakan telepon genggamnya, berdiri di depan mobil milik Ronald, yaitu Toyota Innova warna abu-abu metalik B-1744-VON. Korban yang sudah lemas kemudian dibawa ke apartemennya, Tanglin Orchard PTC. Pukul 01.15, Ronald meletakkan tubuh Dini yang sudah lemas di kursi roda. Pelaku mencoba memberikan napas buatan sambil menekan dada korban. “Namun, tidak ada respons,” kata Pasma.

Kemudian, Ronald membawa Dini ke Rumah Sakit National Hospital untuk tindakan medis. Namun, nyawa Dini tidak dapat diselamatkan. Pukul 02.30, dia meninggal dunia. Polisi kemudian melakukan otopsi terhadap jenazah Dini di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan oleh polisi, GR, yang tinggal di Pakuwon City Surabaya, dinyatakan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP dan/atau Pasal 359 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” kata Pasma.

Tim dokter forensik dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya mengungkapkan bahwa pada pemeriksaan luar tubuh korban, ditemukan luka memar di berbagai bagian seperti kepala bagian belakang, leher kanan dan kiri, leher atas, dada bagian kanan dan tengah, perut bagian kiri bawah, lutut kanan, tungkai kanan, paha, dan punggung kanan. Selain itu, juga ditemukan luka lecet di bagian belakang atas tubuh.

Sementara pada pemeriksaan bagian dalam tubuh korban, ditemukan tanda-tanda darah pada otot leher dan lapisan kulit di bagian kanan dan kiri, serta patah tulang pada tulang iga kedua sampai kelima. Selain itu, juga terdapat luka memar pada organ paru-paru dan organ daging.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Hendro Sukmono, mengungkapkan bahwa salah satu pemicu pertengkaran antara Dini dan Ronald adalah pengaruh alkohol. Tersangka, kata dia, juga mengakui melakukan pemukulan dan tendangan kepada korban. “Sementara keterangan tersangka seperti itu,” kata dia kepada Tempo.

Ketika ditanya apakah benar Ronald adalah anak anggota DPR dari Fraksi PKB Edward Tanur dan sedang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Nusa Tenggara Timur, Hendro mengatakan bahwa mereka masih sedang mendalami informasi tersebut. “Fokus kami adalah pada kasus ini, bukan di luar kasus,” kata dia.

Kuasa hukum keluarga korban, Dimas Yehura Alfarauq, membantah bahwa Dini adalah seorang pemandu karaoke. Menurutnya, Dini bekerja sebagai pekerja lepas, tetapi bukan di karaoke. “Saya tidak menemukan bukti bahwa dia bekerja di karaoke,” kata Dimas.

Tentang pemicu pertengkaran antara Dini dan Ronald, menurut Dimas, selain pengaruh alkohol, juga ada masalah dalam hubungan percintaan mereka berdua. “Ini seperti pertengkaran biasa antara pasangan yang sedang pacaran, tapi saya tidak tahu lebih lanjut tentang masalah apa yang mereka hadapi,” kata dia.

Penulis: Aurel Kesya Trulyn

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/anak-anggota-dpr-terlibat-kontroversi-kasus-kekerasan-terhadap-kekasihnya-di-surabaya/6540/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 21:16.