
Batu, JurnalPost.com – Sebagai bagian dari tugas mata kuliah Politik Lingkungan, tujuh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang dari Kelompok 6 melakukan kunjungan sosialisasi ke SMA Negeri 2 Batu pada Kamis (16/4) siang. Bertema “Less Plastic, More Water, Better Future“, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 36 siswa kelas XI yang aktif berdiskusi tentang upaya mengurangi plastik demi keberlanjutan air bersih.

Dipimpin oleh Yuma Adyatma sebagai ketua kelompok, presentasi dimulai dengan pemaparan pengimplementasian konsep zero waste dalam mendukung keberlanjutan ketersediaan air bersih. Pelaksanaan dimulai dengan penyajian materi pengantar yang ringkas dan terstruktur, mencakup pengertian plastik sekali pakai, dampaknya terhadap ekosistem seperti pencemaran sungai dan kesehatan manusia, serta alternatif berkelanjutan seperti penerapan pada prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot). Media visual seperti slide materi digunakan agar materi mudah dipahami oleh peserta jenjang menengah atas.
Program ini dirancang dengan empat tujuan strategis jangka panjang:
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi sebagai upaya jangka panjang menyelamatkan lingkungan.
- Menciptakan dampak positif langsung bagi lingkungan sekitar melalui pengurangan volume sampah di lingkungan sekitar.
- Mendorong perubahan kebiasaan siswa menuju gaya hidup peduli sampah, seperti penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot).
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga bumi dengan mendukung keberlanjutan sumber daya air bersih serta mengurangi sampah.
Tidak berhenti di edukasi lingkungan, acara ditutup sesi sosialisasi PMB UMM 2026 deangan menayangkan video Penerimaan Mahasiswa Baru untuk menunjukkan keunggulan kampus dan prodi Hubungan Internasional. Setelah pemaparan 30 menit, peserta mengikuti sesi kuis edukatif berbasis quizziz yang mempertahankan interaksi tinggi. Pertanyaan seperti “Apa hubungan antara SDGs dan Zero Waste?” dan “Mengapa sampah plastic menjadi masalah besar?” memicu diskusi seru, dengan 80% siswa mencapai skor di atas 80%. Pemenang kuis mendapat hadiah botol tumbler.
Bapak Hafid Adim Pramana, MA, selaku ketua program studi dari Hubungan Internasional dan sebagai guru mata kuliah Politik Lingkungan memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan edukasi lingkungan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa karena mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Ia juga menyarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan praktik langsung, seperti pengelolaan sampah di sekolah atau kampanye pengurangan plastik, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Inisiatif ini diinisiasi oleh Kelompok 06 sebagai bentuk integrasi pendidikan dan lingkungan melalui pembelajaran interaktif aplikatif. Melalui rangkaian kegiatan, peserta diharapkan terdorong menerapkan kebiasaan bertanggung jawab, berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.