
PENULIS : Ageng Rizky Arianes, Eric Surya Winata, Cyntia Maulida A., Nadya Annur Putri, Rizal Ardianto
JurnalPost.com – Cedera pleksus brakialis (Brachial Plexus Injury/BPI) adalah salah satu cedera berat yang terjadi pada persarafan bagian leher belakang yang umumnya disebabkan oleh kecelakaan atau benturan keras, cedera olahraga.
Cedera pleksus brakialis yaitu kerusakan jaringan saraf yang mengontrol gerakan otot dan sensasi pada lengan yang mengalami kerusakan akibat tekanan atau regangan yang kuat. Gejala yang dialami dapat bervariasi, tergantung pada tingkat dan lokasi cedera. Beberapa gejala umum termasuk lemas atau lumpuhnya lengan, kurangnya kontrol otot di lengan, tangan, atau pergelangan tangan, serta mati rasa atau kebas di area bagian keseluruhan tangan. Selain itu, dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, atau kelumpuhan pada anggota gerak bagian atas. Gejala ini dapat muncul setelah terjadi cedera pada bagian leher belakang sehingga memerlukan evaluasi medis segera dikarenakan terdapat kecurigaan terjadi cedera pada plexus brachialis.
Penanganan cedera pleksus brakialis menggunakan berbagai pemeriksaan medis. Pemeriksaan yang umum digunakan untuk evaluasi cedera pada plexus brachialis termasuk pemeriksaan fisik, elektromiografi (EMG), dan pemeriksaan radiologi menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menilai fungsi motorik dan sensorik. EMG digunakan untuk mengevaluasi aktivitas listrik otot dan fungsi saraf. Selain itu, terdapat pemeriksaan penunjang yang sangat baik untuk diagnosis penyakit pasien yaitu pemeriksaan MRI yang dapat memberikan gambaran lebih rinci mengenai kerusakan pada plexus brachialis dan struktur sekitarnya sehingga dapat diketahui tindakan medis selanjutnya dengan pertimbangan dari dokter guna menunjang kesembuhan dari pasien.
MRI Plexus Brachialis adalah teknik pencitraan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memvisualisasikan plexus brachialis, yaitu jaringan saraf yang terletak di leher dan lengan. Teknik ini memungkinkan visualisasi yang jelas dari struktur anatomi dan dapat digunakan untuk evaluasi berbagai kondisi, seperti cedera akibat trauma, peradangan, atau kompresi saraf. MRI merupakan pilihan modalitas yang sangat tepat untuk mengevaluasi plexus brachialis karena kemampuannya dalam menampilkan citra anatomi dengan resolusi tinggi dan detail yang baik
Persiapan Penting Sebelum Melakukan MRI Plexus Brachialis
Sebelum menjalani MRI Plexus Brachialis pasien harus mempersiapkan diri dengan serangkaian langkah penting sebelum pemeriksaan MRI. Persiapan yang dilakukan yaitu pengisian informed concent, melepaskan benda benda logam seperti ikat pinggang, gigi palsu, jam tangan dan peralatan elektronik seperti handphone serta mengganti baju dengan baju pasien yang telah disediakan
Sedangkan dari persiapan teknis akan dilakukan beberapa rangkaian oleh radiografer atau tim medis dari rumah sakit. Persiapan teknis diantaranya yaitu pemilihan coil dengan menggunakan body coil atau head coil, earplugs atau headphone, bantal atau busa untuk immobilisasi yang disiapkan demi kenyamanan dan keamanan dari pasien selama pemeriksaan MRI berlangsung.
Panduan Protokol MRI Plexus Brachialis untuk Evaluasi Cedera Plexus Brachialis
Dalam prosedur MRI Plexus Brachialis, pasien tidur terlentang dengan posisi yang nyaman dengan dipasangi body atau head coil pada bagian leher dan sebagian kepala pasien. Pasien akan diinstruksikan untuk tetap diam selama pemeriksaan dan diberikan headphone sebagai alat komunikasi jika diperlukan.
Protokol pemeriksaan MRI Plexus Brachialis menggunakan beberapa sequence dengan berbagai potongan baik axial, sagittal, dan coronal. Sequence yang digunakan pada MRI Plexus Brachialis yaitu T1W TSE yang berguna untuk memperlihatkan saraf yang tertutup lemak perineural, T2W TSE dan T2W Fat Suppression berguna untuk melihat saraf normal yang tampak jelas terhadap jaringan otot disekitarnya dan digunakan untuk menilai kelainan pada plexus brachialis.
Penggunaan Sequence Short Tau Inversion Recovery (STIR) yang berguna untuk mengurangi gambaran lemak sehingga dapat melihat plexus brachialis yang diidentifikasi dengan baik. Terdapat sequence lain sebagai tambahan yaitu TSE T2 Dixon pada plexus brachial akan memberikan penekanan lemak dan darah yang kuat sehingga dapat meningkatkan gambaran saraf , T2W 3D MR Neurography dan MR Myelography.
Dari beberapa sequence MRI plexus brachialis yang digunakan akan sangat penting dalam mengevaluasi cedera pada plexus brachialis karena dapat memungkinkan visualisasi yang jelas dan detail dari struktur anatomi sehingga dokter dapat mendiagnosis penyakit yang dialami serta penentuan tindakan medis selanjutnya guna kesembuhan dari pasien.
PENULIS : Ageng Rizky Arianes, Eric Surya Winata, Cyntia Maulida A., Nadya Annur Putri, Rizal Ardianto



