• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) era 4.0 : Pengaruhnya dalam Pemilu 2024

Editor Redaksi
20 Desember 2023
in News

Oleh: Cinka Andili Rosa, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya

JurnalPost.com – Istilah “Internet of Things” menjadi salah satu penanda bahwa Indonesia hari ini telah berpijak pada suatu era revolusi industri 4.0. Mengutip dari Forbes, Revolusi Industri 4th generation ini diartikan dengan adanya campur tangan dari sebuah sistem cerdas dan otomatisasi dalam pengolahan data. Berkembang pesatnya kecerdasan buatan atau biasa dikenal sebagai AI, dengan berbagai mesin dan sistem pemrograman yang amat canggih, sangat mempengaruhi proses kehidupan zaman ini. Hal ini merujuk pada perangkat komputer yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menyerupai kecerdasan dan jalan pikir manusia, baik itu dalam mengambil keputusan, berperilaku, bahkan dalam menyebarkan informasi. Hal inilah yang pada akhirnya mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, diantaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, atau bahkan politik.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada 14 Februari 2024 menjelang akan diadakan Pemilu 2024 untuk menetapkan presiden dan wakil presiden yang akan menjadi sosok pemimpin baru. Bila pada pemilu 2019 disebut sebagai “Pemilu Medsos”, lain halnya dengan Pemilu 2024 yang disebut “Pemilu AI”. Kita sebagai Warga Negara Indonesia, terutama yang telah berusia 17 tahun, tentu memiliki hak suara untuk turut memilih pemimpin bangsa selanjutnya. Periode ini merupakan saat yang pas bagi kita untuk mengkritisi informasi, maupun visi misi, serta tujuan setiap calon sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan siapa yang pada akhirnya akan kita beri amanah untuk memimpin negara ini. Dengan gempuran kemajuan teknologi saat ini, proses yang satu ini memiliki tantangan tersendiri.

Dalam konteks kampanye dan berpolitik, sebenarnya AI dapat sangat membantu. Bukan cuma di Indonesia, bahkan negara-negara di sisi lain dunia, seperti India, Perancis, Brazil, dst. telah memanfaatkan sistem ini pada konteks yang sama. Berkampanye melalui poster-poster kreatif, video interaktif, maupun berbagai platform digital sudah banyak dilakukan. Hal ini bertujuan untuk dinotice dan mendapatkan daya tarik masyarakat terhadap rencana program-program kerja ke depan. Capres dan cawapres dapat menggapai masyarakat luas, baik dari Sabang sampai Merauke, dengan mensosialisasikan dan menyebarkan informasi persuasif sebagai ajang berkompetisi dan meminta dukungan. Bisa kita nilai bahwa hal ini merupakan strategi dan senjata paling efektif pada zaman sekarang, karena pada dasarnya masyarakat Indonesia di seluruh dunia sangat aktif dalam menggunakan kemajuan industri pada kehidupan sehari-harinya.

Akan tetapi di sisi lain, pemanfaatan kemajuan sistem ini juga dapat menjadi bumerang besar bagi penyelenggaraan pemilu 2024. Menkominfo Budi Arie Setiadi sendiri sudah memperingatkan tentang rentannya terjadi konflik akibat penyalahgunaan AI (20/10/2023). Bahkan saat ini, beberapa AI, seperti chat bot, sudah mampu memprediksi terkait siapa pemenang capres dan cawapres yang akan datang. Banyak sekali beredar konten manipulatif maupun framing hasil penggunaan kecanggihan teknologi saat ini yang pada akhirnya menyebabkan disinformasi maupun fitnah terhadap masing-masing kandidat. AI juga bisa generate gambar-gambar provokatif maupun deepfake videos untuk menggiring dan mempengaruhi pandangan masyarakat. Pemilu 2024 dinilai akan menjadi medan perang hoax yang lebih dahsyat dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Oknum-oknum seperti beberapa buzzer yang kurang bertanggung jawab dalam penggunaan AI merupakan salah satu pemicu terbesar hal tersebut bisa terjadi.

Dengan adanya potensi tersebut menunjukkan seberapa besar pengaruh AI terkait proses berjalannya Pemilu 2024. Kekhawatiran akan rendahnya netralitas memperumit keadaan. Bahkan beberapa masyarakat telah beropini bahwa kedepannya, ada baiknya setiap pemilu tidak lagi memilih presiden yang berbasis manusia, melainkan humanoid berbasis AI. Tahun ini telah menjadi tahun politik dan 1 sampai 2 bulan ke depan merupakan puncaknya. Di sinilah Warga Negara Indonesia diuji pola pikirnya dalam mengolah dan menyerap informasi terutama terkait konteks politik yang telah beredar pada banyak media. Kita harus selalu waspada atas adanya kecurangan Pemilu terlebih lagi dengan banyaknya keterlibatan AI yang kerap disalahgunakan.

Pemilu di tengah-tengah era Industrial Revolution 4th generation memang bukanlah hal yang sepele. Namun, bukan juga sesuatu yang mustahil atau tidak mungkin bagi kita untuk mewujudkan pemilu 2024 yang damai, adil, netral, dan demokratis. Maka dari itu, sebagai warga negara dan masyarakat yang bijak, hendaklah kita teliti dan memperbanyak literasi agar tidak terjebak dengan berita bohong atau hoax yang sudah banyak disebarkan. Singkatnya, dalam merespon ancaman tersebut, kita hanya perlu menerima, menyerap, memilah, dan pada akhirnya memilih. Gunakanlah hak suara yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Bijaklah dalam berpendapat, berperilaku, dan mengambil keputusan. Sejatinya satu suara yang kita miliki itu menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia kedepannya.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.