JurnalPost.com – Setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan di dalam hidupnya, dan disetiap kesulitan itu dibutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Seseorang yang bertekat mempertahankan hidupnya pasti memiliki dorongan yang kuat untuk mengasah kemampuan kreativitasnya. Namun, bukan berarti setiap individu harus mengalami kesulitan terlebih dahulu agar kreativitasnya muncul. Kreativitas berbeda dengan kecerdasan, kreativitas merupakan kemampuan untuk memikirkan atau menyelesaikan sesuatu dengan cara yang unik. Mayoritas orang yang kreatif adalah orang yang cerdas, tetapi orang yang cerdas tidak selalu kreatif.
Kemampuan untuk berpikir kreatif sangat diperlukan, terutama bagi seorang pelajar. Contohnya, jika guru memberikan tugas pada siswa, pasti setiap siswa memiliki respon yang berbeda dalam menyikapi hal tersebut. Ada yang berusaha untuk mengerjakannya sendiri, ada yang meminta bantuan pada orang lain, ada pula siswa yang tenang saja menunggu jawaban dari temannya. Terdapat banyak gagasan yang muncul dalam pengerjaan tugas, tetapi perlu diputuskan atau dipilih salah satu gagasan yang paling tepat untuk menyelesaikan tugas tersebut. Hal ini bukan semata-mata karena kecerdasan setiap siswa berbeda, tetapi juga berhubungan dengan kemampuan kreativitas siswa tersebut dalam memecahkan suatu masalah.
Pada sekarang ini, dunia pendidikan sudah mengembangkan kurikulum yang digunakan. Yang semulanya menggunakan kurikulum 2013 sebagai acuan, sekarang berganti menggunakan kurikulum merdeka untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan di Indonesia pada masa pandemi covid-19. Kurikulum merdeka adalah konsep kurikulum yang memberikan kebebasan lebih kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa mereka. Kurikulum merdeka ini lebih berfokus pada pendidikan karakter dan moral siswa dan memberikan siswa kebebasan untuk mengembangkan kreativitas dan potensi yang ada dalam dirinya. Siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya dan tidak lagi berpatokan pada keinginan guru, yang mana pada kurikulum merdeka ini guru hanya menjadi fasilitator. Hal ini dapat membantu siswa untuk mengasah kreativitasnya dalam mengembangkan proses pembelajaran.
Salah satu pengimplementasian kurikulum merdeka sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa adalah menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning (PjBL). Sekolah tidak hanya memberikan materi pada setiap siswanya, tetapi juga melakukan kegiatan belajar mengajar yang memberikan penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai usaha kolaboratifnya. Pembelajaran berbasis proyek melibatkan setiap siswanya mengerjakan suatu proyek dunia nyata yang bermanfaat untuk memecahkan permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Beberapa contoh pembelajaran berbasis proyek yang dapat diberikan guru pada siswanya antara lain adalah:
1. Proyek seni kolaboratif, siswa dapat saling bekerja sama untuk membuat karya seni dengan tema tertentu dengan menggabungkan ide-ide, dan belajar bekerja dalam kelompok. Pada proyek ini juga memungkinkan siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
2. Proyek penelitian ilmiah, siswa dapat melakukan penelitian ilmiah dengan topik tertentu yang menarik minat mereka. Siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dengan merancang eksperimen ataupun menyajikan hasil penelitian dengan cara yang unik dan kreatif.
3. Pengembangan produk inovatif, siswa dapat membentuk tim untuk merancang, mengembangkan, dan mempresentasikan produk inovatif, seperti aplikasi, permainan, atau desain produk. Proses ini akan melibatkan pemikiran kreatif, pemecahan masalah, dan pemahaman tentang kebutuhan pengguna.
Masih ada banyak lagi pembelajaran proyek yang dapat diberikan guru untuk siswanya. Dalam pengimplementasian proyek-proyek ini penting bagi guru yang berperan sebagai fasilitator untuk memberikan panduan yang cukup dan bisa membantu siswa dalam pengembangan ide kreatifnya.
Pengembangan kreativitas siswa dalam pengimplementasian kurikulum merdeka memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran di sekolah dan penerapannya di lingkungan masyarakat. Siswa memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide, menciptakan kolaborasi, meningkatkan pemikiran kritis dan komunikasi yang baik. Terlebih lagi pada abad ke-21, kreativitas siswa untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah atau tantangan di dunia nyata akan sangat membantu siswa dalam kehidupannya di masa depan.
Karina Putri Ramadhani
Universitas Negeri Surabaya



